Sorotan Penuh Energi: Mewujudkan Masa Depan Bersih dengan Jejak Langkah Seorang Insinyur Tenaga Surya
#Ecojob
Menurut Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi energi surya di Indonesia cukup besar yakni sekitar 4.8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp, namun pemanfaatan baru sekitar 10 Mwp. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan peta jalan pemanfaatan energi surya yang menargetkan kapasitas PLTS terpasang hingga tahun 2025 sebesar 0.87 GW atau sekitar 50 MWp/tahun.
Berdasarkan paparan diatas, dapat kita pahami bahwa sektor energi surya memberikan peluang karir yang menjanjikan di masa depan. Dalam peluang transisi energi berdasarkan rencana umum energi nasional (RUEN), sektor energi terbarukan memiliki potensi menciptakan lapangan kerja langsung sekitar 432 ribu tenaga teknik pada tahun 2030 dan sebesar 1,12 juta tenaga teknik pada tahun 2050.
Apa itu Insinyur Energi Surya?
Insinyur energi surya merupakan salah satu jenis pekerjaan hijau yang bertugas merencanakan,mendesain dan melaksanakan proyek energi matahari. Mereka mengelola dari proyek kota berskala besar hingga instalasi atap rumah. Seorang insinyur biasanya memulai dengan konsultasi bersama klien, survei lokasi dan survei biaya, sehingga memudahkan untuk memahami konteks proyek yang diberikan.
Dalam proses pembuatan panel surya, insinyur memberikan laporan efisiensi,biaya, dan keamanan dari proyek. Dibutuhkan skill pemahaman regulasi, inspeksi tempat, menulis laporan teknis, dan keterampilan komputer untuk mendesain dan menguji sistem photovoltaic.
Mengapa Harus Energi Surya?
Melansir Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Konversi Energi Surya dan Angin, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, energi surya adalah energi yang didapat dengan mengubah energi matahari melalui peralatan tertentu menjadi sumber daya dalam bentuk lain.
Berdasarkan laporan Indonesia Solar Energy Outlook 2023 yang dikeluarkan IESR, tenaga surya memainkan peran penting dalam dekarbonisasi mendalam di Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat pada 2050, setidaknya 88% dari kapasitas daya terpasang akan berasal dari tenaga surya pada 2050.
Jika kita melihat dari konteks geografi dan wilayah, Indonesia berperan penting dalam pemanfaatan energi surya. Dengan iklim tropis dan dilalui garis khatulistiwa membuat Indonesia cocok dalam penerapan energi terbarukan secara maksimal, hanya untuk akselerasi energi surya dalam skala negara, industri maupun masyarakat membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Kemajuan energi surya Indonesia terlihat dari turunnya harga listrik PLTS yang diperoleh melalui perjanjian pembelian tenaga listrik (power purchase agreement (PPA)) yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) dengan pengembang listrik swasta. Harga PPA PLTS telah turun sekitar 78% dari US$0,25/kWh menjadi US$0,056/kWh antara rentang 2015 dan 2022. Untuk itu, IESR memprediksi setidaknya dengan bertambahnya proyek PLTS skala besar, turunnya harga modul surya, dan membaiknya iklim investasi, harga investasi PLTS per unit akan terus turun, mendekati trend harga di dunia. Selain itu, dari sisi perkembangan project pipeline untuk PLTS skala besar, saat ini terdapat delapan proyek dengan total kapasitas 585 MWp (telah dilelangkan).
Melansir dari situs Indeed, beberapa tugas utama dari insinyur tenaga surya adalah:
· Merancang atau mengkoordinasikan desain sistem panas matahari sistem fotovoltaik (PV) untuk bangunan perumahan atau komersial
· Menggunakan perangkat lunak desain berbantuan komputer (CAD) untuk membuat diagram garis tunggal kelistrikan, diagram sambungan, atau jadwal panel untuk sistem kelistrikan tenaga surya
· Mengembangkan prosedur operasional untuk menjaga standar keselamatan pemasangan dan pemeliharaan instalasi tenaga surya
Kebutuhan Tenaga Energi Surya
Get Cyclefest’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
IESR memperkirakan bahwa investasi untuk mencapai emisi net-zero pada tahun 2050 akan menghasilkan sekitar 800.000 pekerjaan baru pada tahun 2030 hanya di sektor ketenagalistrikan (tidak termasuk pekerjaan di kendaraan listrik, material berkelanjutan, dll.). Lapangan kerja akan meningkat menjadi 3,2 juta lapangan kerja pada tahun 2050. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan lapangan kerja saat ini di sektor ketenagalistrikan yang berjumlah 270.000.
Peluang di bidang ini cukup besar dikarenakan transisi energi yang dibutuhkan secara cepat di Indonesia. Mengingat tuntutan global untuk menurunkan angka dekarbonisasi dan suhu dunia, sehingga membantu mengurangi pemanasan global.
Saat ini pemerintah telah membuka sebesar-besarnya mengenai peluang bidang energi di masa depan. Komunitas Ecopreneur dikembangkan melalui berbagai platform seperti Ecoxyztem. Advokasi kebijakan dan arus transisi energi secara teknis di masyarakat semakin gencar bersama FPCI, Koaksi Indonesia, dan SRE. Bidang thinktank membantu dari segi penelitian dan riset seperti BRIN dan IESR, instansi pendidikan yang membuka peluang luas untuk konsentrasi energi terbarukan serta peningkatan kebutuhan tenaga teknik di aplikasi pencari kerja.
Pemecahan Tantangan
Dalam menjalankan tugas mereka, insinyur harus mengatasi sejumlah tantangan teknis. Mulai dari meningkatkan efisiensi konversi energi matahari menjadi listrik hingga mengatasi kendala penyimpanan energi, setiap langkah memerlukan pemikiran inovatif dan solusi teknis yang tinggi.
Tantangan dalam pengembangan energi matahari juga hadir. Salah satu hambatan utama adalah masalah infrastruktur. Indonesia memiliki kondisi geografis yang beragam, dengan pulau-pulau dan pegunungan, yang membuat sulit untuk menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk proyek energi matahari. Selain itu, masalah biaya juga menjadi kendala besar, karena biaya pembangunan proyek energi surya masih cukup tinggi.
Peran Inspiratif dalam Masyarakat
Para insinyur tenaga surya bukan hanya ahli dalam bidang teknis, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda yang tertarik memasuki dunia energi terbarukan. Mereka membuka peluang karir yang berkelanjutan, membentuk fondasi untuk masa depan bumi yang cerah.
Dalam pandangan masa depan yang bersih dan berkelanjutan, peran insinyur tenaga surya sangat penting. Dengan keahlian teknis, semangat inovatif, dan visi untuk lingkungan yang lebih hijau, mereka menjadi pionir perubahan menuju sumber energi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Melalui langkah-langkah mereka, kita menemukan kunci untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
Catatan Kaki:
[1] https://www.environmentalscience.org/career/solar-engineer
[2] https://coaction.id/katalog/green-jobs-dan-potensinya-dalam-transisi-energi-di-indonesia-versi-pdf/
[3] https://www.indeed.com/career-advice/finding-a-job/solar-engineer
[5] https://iesr.or.id/apa-itu-energi-surya-dan-bagaimana-pengembangannya-di-indonesia
[6] https://iesr.or.id/mempersiapkan-sumber-daya-manusia-untuk-transisi-energi
[8] https://iesr.or.id/en/pustaka/indonesia-solar-energy-outlook-2023









