Pernah sekali berpikir untuk tidak menulis ini, tapi sepertinya dengan kehidupan yang semakin tidak jelas, I have to write it.
Kalau misal kita lihat siklus terbentuk sebuah jerawat itu diawali dengan kulit yang kehilangan keseimbangannya. Keseimbangan ini akan mengatur secara natural untuk memperbaiki kulit sendiri. Apabila proses perbaikan itu terganggu oleh suatu hal, maka akan membuat pori-pori mampet, berkembang biak para bakteri, dan akhirnya terjadi infeksi hingga membentuk jerawat.
Terus di mana letak kesinambungannya dengan kehidupan? Terletak pada kehilangan keseimbangan yang menyebabkan terganggunya proses perbaikan.
Keseimbangan pada kulit dimulai dengan sebum yang mengekresi minyak alami serta lapisan pigmen, keduanya menjadi batalyon pertama untuk melindungi kulit. Musuh utama mereka ada sinar matahari, debu, dan sel-sel kulit mati, mereka semua memegang kendali untuk menimbulkan kerusakan pada kulit. Mudah saja untuk mengatur keseimbangan ini dengan menjaga kebersihan pada kulit, namun bila tidak serius pada menanganinya, jerawat tetap akan tumbuh.
Tamparan untukku dan mungkin kamu yang masih mengelak untuk mengurus diri.
Mudah di atas kertas atau ungkapan bibir.
Get Fragmen Kata’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Kedisiplinan adalah tantangannya.
Sama seperti dengan menata keadilan dalam kehidupan masa kini yang berjalan. Mudah saja sebenarnya dalam pembenahan isu yang ada di sekitar, namun action plan yang dihasilkan hanya membuat keseimbangan hilang sepenuhnya.
Siklon Senyar sudah berlalu, namun derita masih tersisa dengan jelas. Tidak usah dibayangkan tentang perjuangan yang ada, hampir setahun dan masa depan ditentukan oleh tali yang dibentang. Belum ada harapan untuk kembalinya sebuah jembatan kembali membentang dan menguatkan masa depan bagi mereka.
Semoga ada dan tidak lagi terjadi kisruh ketidakadilan yang ada. Sudah cukup dengan kehancuran akan amukan alam. Tidak perlu ditambah dengan hal-hal sederhana yang bisa diusahakan. Menyisikan dana untuk menuangkan mimpi gemilang orang-orang di Sumatera pasca Siklon Senyar.
Pedih dan merasa malu bahwa perjuanganku untuk bisa sampai saat ini masih terlalu kecil. Mereka di sana berjuang dengan nyawa di pagi hari dan sore hari. Berangkat untuk memberi sayang pada diri, pulang untuk bertemu yang disayang.
Kulit yang seimbang menghasilkan wajah tanpa jerawat.
Kehidupan yang seimbang menghasilkan kejayaan.
Mashuri_2026








