Sitemap
Seisi bumi

Seisi bumi

🐸

16

Ternyata cepat sekali waktu berlalu.

2 min readOct 15, 2026

--

Press enter or click to view image in full size
Photo by Nguyen Minh on Unsplash

Menjalani rutinitas selayaknya seperti manusia normal lainnya. Akhirnya, hari di tanggal ini selesai juga. Bisa berakhir dengan banyak pencapaian kecil namun berprogress yang layak diapresiasi menurutku.

Dimulai dengan menghubungi kembali rekan-rekan lama yang komunikasinya sempat terputus. Menata ulang kamar yang sangat lebih rapi dari bulan lalu. Membayar tagihan sebelum deadline. Logbook yang lebih detail. Jadwal buang sampah yang teratur dan isi folder yang rapi, masih kurang sih.

Kemudian, belajar kontrol emosi yang untungnya tidak sampai menampar atau menempeleng kepala orang sembarangan, apalagi sampai mengatai orang lain dengan kalimat umpatan yang kasar.

Benar-benar pengendalian diri yang bagus.

Aku sangat berusaha keras menampilkan sisi sopan dan terpelajarku. Sampai dibilang akarui 「明るい」sama orang Jepang.

Aslinya kan sangat keras dan bermulut tajam.

Wkwkwk.

Kemudian, aku mendengarkan kabar yang datang sendiri tanpa diminta.

Hmm, aku sudah tidak terlalu peduli sih. Aku mendengarkan kabar kegagalan rencana yang sudah terendus dari Maret lalu. Bahkan perpindahan ke yang baru pun juga ikut terdengar, di bulan September. Sebelum teman-teman memberitahu.

Seharusnya tidak usah diberi tahu.

Hm…

Tidak berubah ternyata. Masih mengulang pola yang sama di manusia yang berbeda-beda.

Aku bersyukur menjadi durasi yang terpendek karena diselamatkan lebih cepat.

Get Seisi bumi’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Terserah.

Kemudian, data di musim dingin yang aku kumpulkan lalu ternyata cantik sekali. Sangat cantik sampai aku tidak percaya bisa berhasil melakukannya dan berhasil melewati kekalutan di masa itu.

Wow, itu lebih dari pencapaian yang aku maksud loh.

Kok bisa ada layer dari diriku yang seperti itu?

Kukira aku hanya punya sisi yang cengeng, depresi, atau bermulut kasar, atau terlalu pemberani saja. Ternyata ada juga layer yang suka menerobos ketakutan seperti itu.

Kalau kata dari orang random yang kudengar:

“Do it scared”

Masalahnya, aku dengan beban mental ini tidak mudah untuk memulai sesuatu yang berakhir tertunda karena takut memulai.

Tapi, sekalinya aku berhasil melewati fase itu, ternyata aku tidak seburuk itu. Itu hanya di pikiranku saja.

Seperti hari ini.

Long time no DNA extraction and PCR.

16 di tahun yang lalu, belum ada kejadian yang begitu besar. Hanya saja, di hari yang sama, aku masih ingat bagaimana saat itu aku ditusuk sendirian di dalam kereta yang seharusnya bukan tujuan pulangku.

Untungnya aku tidak kehabisan darah sebelum tiba di rumah, di malam musim gugur itu.

Darahnya mungkin sudah tidak menetes, tapi pelakunya belum meminta maaf. Catatan yang kutulis di dalam kereta saat itu belum kuhapus, isinya perlahan menjadi kenyataan. Jangan sampai, hal paling buruk yang kuminta ikut menjadi nyata.

Kuberitahu, manifest itu berhasil.

Dunia tidak akan menjadi ramah untuk dijalani saat rasa sakit itu tidak diobati. Rasakanlah.

--

--