Sitemap
A. Fatma

A. Fatma

Basic Excel: Kenalan sama IF dan IFS, Logika Jika-Maka

Penggunaan rumus conditional IF pada Excel

4 min readApr 20, 2026

--

Conditional IF adalah rumus yang seringkali dipakai untuk membuat keputusan otomatis berdasarkan syarat atau kriteria tertentu. Rumus ini bekerja dengan logika “Jika ini, Maka itu”.

Bayangin pas buka sheet isinya data ribuan baris, terus disuruh misahin mana yang “Lulus” mana yang “Enggak” secara manual? Bisa tipes duluan yang ada. Di sinilah Conditional IF datang jadi pahlawan tanpa tanda jasa.

Sederhananya, rumus ini tuh ibarat kita lagi ngasih instruksi ke Excel, “Eh Excel, kalau ada angka yang di bawah 50, tolong dong otomatis ubah jadi 50. Tapi kalau udah di atas 50, ya diemin aja”.

SYNTAX
=IF(logical_test, [value_if_true], [value_if_false])

logical_test -> data yang akan di uji
value_if_true -> hasil apa jika pernyataan benar
value_if_false -> hasil apa jika pernyataan salah

Logikal IF Sederhana

Press enter or click to view image in full size
Gambar 1

Bedah rumus gambar 1

=IF(B3<50,50,IF(B3>=50,100))

Excel bakal liat angka di sel B3. "Woi, kamu kurang dari 50 nggak?". Kalau ternyata beneran kurang dari 50 (kayak angka 45), Excel bakal langsung nulis angka 50 di sel tersebut. Nah, kalau angkanya ternyata 50 ke atas (kayak 67 atau 82), Excel bakal nulis 100.

Oiya, kalau pas kamu coba muncul error, cek pemisahnya ya. Kalau koma (,) nggak bisa, coba ganti pakai titik koma (;), sesuaiin aja sama settingan Excel kamu.

Sebenernya ada cara yang lebih sat-set tanpa harus nulis IF dua kali, tapi buat latihan logika awal, kita bedah pelan-pelan pakai cara ini dulu ya.

—

Gambar 2

Bedah rumus gambar 2

=IF(F3<=50,50,100)

Kalau di contoh pertama kita cuma bilang “kurang dari 50”, sekarang kita tambahin aturannya jadi “Angka 50 atau kurang”. Maksudnya gimana sih? Gini..

  • F3<=50 itu data ujinya, excel bakal tanya ke cell F3, "Eh, kamu nilainya di bawah 50 ATAU pas 50 nggak?"
  • Jika benar, kalau angkanya 45, 37, atau tepat 50, si satpam bakal kasih label 50.
  • Jika salah, kalau angkanya sudah lewat dari 50 (kayak 51, 67, atau 82), baru deh dikasih label 100.

—

Gambar 3

Bedah rumus gambar 3

=IF(J3<>50,100,IF(J3=50,J3/2))

Di contoh kali ini, aturannya makin spesifik. Kita mau semua angka jadi 100, kecuali kalau angkanya tepat 50. Kalau pas 50, malah disuruh dibagi dua.

Get A. Fatma’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Simbol <> itu artinya tidak sama dengan. Excel bakal nanya, "Eh, angka kamu itu SELAIN 50 bukan? Kalau angkanya memang bukan 50 (kayak 45, 67, 37, atau 82), maka Excel langsung kasih nilai 100.

Nah, kalau jawabannya "Salah" (artinya angkanya tepat 50), Excel bakal jalanin perintah kedua, ambil angka itu terus bagi dua (50/2). Makanya hasilnya jadi 25.

Si satpam yang “banyak tanya” : logika IF bertingkat (Nested IF).

Pernah nggak sih kalian nanya ke temen mau makan apa, terus jawabannya: “Kalau ada nasi goreng, beli itu. Kalau nggak ada, coba liat mie ayam. Kalau dua-duanya nggak ada, ya udah bakso aja”

Nah, rumus di gambar Rental Mobil “Maju Bersama” itu persis kayak gitu. Kita mau Excel otomatis nentuin jenis mobil cuma dari kodenya aja.

Press enter or click to view image in full size
Gambar 4

Bedah rumus gambar 4.

Ini pengisiannya di cell D4 yaa karena cell aktifnya nggak keliatan di gambarnya.

=IF(C4="MB","Mini Bus",IF(C4="SD","Sedan",IF(C4="TR","Truk")))

Excel, cek cell C4 deh kalau isinya MB, tulis Mini Bus. Terus kalau isinya SD, tulis Sedan. Eh terakhir nih, kalau isinya TR, tulis Truk.

Perhatikan jumlah kurung tutup ) di akhir rumus. Kalau kamu buka 3 kali IF, maka di akhir wajib ada 3 kurung tutup. Kalau kurang, Excel bakal ngambek.

Karena MB, SD, dan TR itu teks, jangan sampai lupa dipagerin pakai tanda petik dua (" "). Kalau nggak, Excel bakal bingung itu makanan apa.

Rumus IFS

Data di atas kan banyak pilihannya, ada loh rumus alternatif Nested IF biar ga ngetik IF terus. Apa tuhh? Bisa pake IFS.

SYNTAX
=IFS(logical_test1, value_if_true1, [logical_test2, value_if_true2],
[logical_test3, value_if_true3], ...)

jadinya gini
=IFS(C4="MB","Mini Bus",C4="SD","Sedan",C4="TR","Truk")

Meski IFS kelihatan lebih keren, masing-masing punya “lapak” sendiri

Pakai IF Sederhana, kalau pilihannya cuma dua (Ya/Tidak, Lulus/Gagal). Jangan dipaksain pakai IFS kalau cuma buat satu syarat, ntar malah ribet sendiri.

Pakai IFS, kalau syaratnya banyak (kayak jenis kendaraan tadi, atau nentuin Grade A, B, C, D). Ini bakal nyelametin kamu dari drama “kurang kurung tutup” yang sering bikin pusing di Nested IF.

Intinya, belajar logika IF dan IFS itu bukan soal hapal rumusnya, tapi soal gimana kita “ngobrol” sama data yang kita punya. Begitu kalian udah paham polanya, Excel nggak bakal kerasa susah banget.

Nah, itu tadi dasar-dasarnya. Bayangin kalau kita gabungin logika IF ini sama rumus lain kayak VLOOKUP atau Conditional Formatting, pasti makin mantep lagi kerjaan kalian. Tapi buat sekarang, cukup segini dulu biar nggak overload. Sampai ketemu di pembahasan Excel berikutnya!

--

--