Sitemap

Bila menjadi pendosa adalah caraku mencintaimu

1 min readOct 4, 2026

--

“Maaf.”

“Maafkan aku…”

Get nastar’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Kata yang terlontar pertama kali terus berputar dalam kepalaku setiap kali harus bertemu denganmu. Mungkin juga kata yang paling ingin kau dengar selama ini dariku. Bibir yang bergetar menimang kalimat apa yang cocok selain itu. Tenggorokan yang sudah hafal mengenal getir darah yang kutelan sendiri, pahit tapi tak semenyesakkan apa yang kau lalui. Tak perlu kau cari sendiri siapa pelaku yang harus dihakimi dan disalahkan. Aku lah pendosa yang tak pernah bisa mempertahankan kesetiaannya.

Meski pada akhirnya memahamimu adalah tindakan yang paling sulit, akan aku lakukan. Meski penyelesaian akhir tidak selalu berujung baik bagiku bukan masalah. Meski harus menjadi alat untuk segala impian dan harapanmu, aku bersedia. Kapanpun dibutuhkan, aku akan ada disana.

Namun dipanggung ini, aku takut. Bahwa aku lebih takut kehilanganmu daripada tak menemukan diriku dimasa depan. Cahaya tak pernah datang karena seharusnya hanya aku yang bisa menjadi percikan sisa bintang yang menerangi jalanmu, jika bisa. Aku hanya ingin berguna. Aku ingin diakui berguna. Aku akan lakukan apapun demi berfungsi dimatamu, meski harus menjadi pendosa yang tak pernah tahu kapan bisa berhenti menenggelamkan diri sendiri.

--

--

nastar
nastar

Written by nastar

blue skies, hot chocolate, books. mostly write about myself, my struggles and my thoughts.