00.18 :
“Barangkali di sini ada setaman penuh dengan bunga, aku akan sangat yakin jika kamu adalah pemiliknya. Sekalipun kau tak menyebut apapun tentang taman itu, tempat indah biarlah pemilikya juga seorang yang indah.” Begitu pikir ku.
Empu nya saat ini berjalan dengan lembut, menginjak pinggir jalan dari ramainya kota besar yang ia tinggali. Sejujurnya- aku benci sekali dengan segala ricuh yang lahir di tempat dengan banyak gedung tinggi. Namun jika berisiknya kota ini berhasil melahirkan se sosok bak putri raja seperti mu, aku pun rela dengan sangat jika harus menghabiskan hidupku disini bersama mu.
Get north’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Ingin sekali rasa nya saat ini aku untuk menggenggam nadi itu, sayang nya ia sibuk membawa se buket bunga yang bahkan menurut ku- bunga itu sangat terlewat jauh dari cantik nya dirimu.
Sudah, sudahilah. Sedari tadi aku hanya seperti ber basa basi, maka dari itu sekarang- akan ku katakan pada sang juwita. Tentang kalimat yang mulai mendesak ku, untuk segera diucap kan pada seorang di depanku.
“kamu cantik sekali sore ini.”





