Sitemap

Senyum Cantik Itu Memang Punyaku

2 min readSep 23, 2026

--

Press enter or click to view image in full size
Untuk pertama kalinya, aku tersenyum bukan karna seseorang. Tapi karna aku

Aku pernah begitu bahagia, Sampai aku lupa bahwa bahagia seharusnya tidak bergantung pada siapapun.

Dulu, Ada seseorang yang membuat hidupku jauh lebih indah .

Dia hadir saat semua puing puing yang kokoh itu runtuh, Datang tanpa banyak suara.

Lalu perlahan menjadi pengisi ruang kosong yang bahkan tak kusadari masih ada.

Saat itu, Aku pikir dia hanya datang untuk sekedar menemani. Ternyata kehadiranya bisa membuat senyumku lebih indah.

Ada cerita baru setiap percakapan, Ada tawa si sela sela kesederhanaan dan tanpa sadar ada seseorang yang kutunggu keberadaanya.

Aku mulai terbiasa dengan kabarnya, terbiasa menceritakan hal kecil kepadanya. Bahkan tanpa sadar aku mulai memasukan namanya kedalam banyak hal yang membuatku tersenyum.

Aku tidak mengerti kenapa rasa itu tumbuh.

Dan untuk pertama kalinya, aku menemukan tempat untuk pulang.

Sampai akhirnya, aku lupa satu hal.

Bahwa seseorang bisa menjadi bagian dari bahagia, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya alasan untuk bahagia.

Aku terlalu nyaman menjadikannya tempat pulang, sampai lupa bahwa aku juga punya rumah di dalam diriku sendiri.

Akhirnya

Dia pergi.

Hari-hariku terasa berbeda.

Ada malam-malam ketika aku berharap bisa berhenti mengingat, tetapi kenangan justru datang tanpa diminta.

Aku sempat berfikir, mungkin sebagian dari dirimu memang ikut pergi bersamanya.

Ternyata aku salah

Ada bagian dari diriku yang memang patah, tapi ada bagian lain yang masih ingin tumbuh

Dan hari itu untuk pertama kalinya, aku berhenti bertanya

“Bagaimana carannya agar dia kembali”

Tapi..

Get hy.c’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

“Bagaimana caranya aku kembali”

Dan ternyata, kembali kepada diri sendiri tidak terjadi dalam satu malam.

Aku membiarkan diriku mengingat tanpa harus kembali.

Aku membiarkan diriku merindukan tanpa harus mencari.

Dan perlahan, aku mulai mengerti bahwa sembuh bukan tentang berhenti mengingat seseorang.

Sembuh adalah ketika aku bisa mengingatnya tanpa lagi kehilangan diriku sendiri.

Aku mulai pergi tanpa menunggu ditemani.

Tertawa tanpa membutuhkan alasan.

Membeli sesuatu yang kusukai tanpa berpikir apakah ada seseorang yang akan menyukainya juga.

Aku mulai menikmati hidup sebagai diriku sendiri.

Dan suatu hari, aku sadar bahwa aku sudah jarang melihat ke belakang.

Bukan karena semua kenangan itu hilang.

Tapi karena ternyata, hidupku masih punya banyak hal yang bisa kutemukan di depan.

Dan di suatu pagi yang sederhana, aku melihat diriku di cermin.

Aku tersenyum.

an saat melihat senyumku sendiri, aku baru sadar —

ternyata senyum cantik itu tidak pernah menjadi milik siapa-siapa.

Ia hanya sempat kulupakan.

Sekarang aku tahu.

pada akhirnya, seseorang mungkin datang dan pergi dari hidupku.

Tapi aku akan tetap tinggal bersama diriku sendiri.

Dan kali ini, aku ingin menjadi rumah yang tidak akan pernah kutinggalkan lagi.

Sebab……..

Senyum cantik itu memang punyaku.

--

--

0 followers

Turning silance into stories