Dari jiwa yang mati berkali-kali
Apa yang lebih hina dari tidak melihat secara nyata hasil perbuatan diri sendiri yang merugikan banyak orang? Apa yang lebih menyedihkan dari berbangga diri pada mimpi dan bayangan di kepala yang tidak pernah terwujud nyatanya? Apa yang lebih murahan dari menjilat kaki seorang manusia yang dikutuk berkali-kali?
Bukalah mata yang telah Tuhan ciptakan dengan sempurna. Ia bukan tidak bisa, tapi ia menolak untuk melihat kenyataan yang ada di hadapannya. Ia bukan tidak mampu, tapi ia tidak mau melangkah dalam kenyataan yang berkeliling di sekitarnya. Ia murka. Menyalahkan mereka yang menunjukkan realitas di atas mimpi dan bayangan indah di kepalanya, di antara puja-puji yang tidak pernah terdengar nyata di sekitarnya. Ia tenggelam, dalam dunia yang ia ciptakan sendiri, yang hanya bisa ia nikmati sendiri. Hiduplah, untukku hina engkau berkali-kali.
Get Dil’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Prajurit itu kini menjadi seorang pengkhianat. Tidak pernah ia menjadi lebih. Ia hanya seorang prajurit yang gagal dalam segala aspek kehidupan. Ia gagal dalam menjaga cintanya, ia gagal dalam menjaga kekuasaannya, dan ia gagal dalam menjaga kehormatannya. Tidak ada kebanggaan yang bisa ia agungkan untuk dicintai. Anjingnya yang setia bahkan menarik ujung bajunya berkali-kali. Berusaha menahannya dari lebih banyak kegagalan dan penghinaan yang diterima tuannya. Anjing yang menyedihkan, kepala menjadi kaki, kaki menjadi kepala. Bangkitlah, untukku caci engkau berkali-kali.
Ia bodoh, ia licik, ia hidup memakan manusia seperti iblis. Iblis memberikan kekuasaan dan harta pada mereka yang menyembahnya. Tapi ia renggut darah, jiwa, dan harta dari mereka yang tidak menyembahnya. Apa artinya ia ketika iblis bahkan terlihat lebih baik dari dirinya?
Tuhan, jiwa-jiwa yang jauh bahkan kini memohon padamu. Do’a menggaung kepada-Mu untuk kematiannya yang dirindukan. Ampuni hamba-Mu yang memanjatkan do’a-do’a yang buruk untuk makhluk ciptaan-Mu. Ampuni hamba-Mu yang berucap hina kepada makhluk ciptaan-Mu. Karena bahkan, do’a yang diperhalus katanya kepada-Mu tak lagi pantas ia dapatkan di atas derita dan kedzoliman yang ia perbuat. Terbakarlah di neraka tanpa ampunan dari Tuhan yang kau khianati.




