Member-only story
Ragukan bahwa kebenaran telah berbohong
Penggalan kata dari shakespeare
Dari surat Hamlet kepada Ophelia Scene 2 Act 2 :
Ragukan bahwa bintang adalah api
Ragukan bahwa matahari itu bergerak
Ragukan bahwa kebenraran telah berbohong
Tapi, jangan ragukan bahwa aku mencinta.
Kutipan ini berasal dari surat cinta yang ditulis oleh Pangeran Hamlet kepada Ophelia, perempuan yang dicintainya. Surat ini kemudian dibacakan di hadapan Raja Claudius dan Ratu Gertrude oleh Polonius (ayah Ophelia) sebagai bukti “kegilaan” Hamlet yang diduga disebabkan oleh cinta tertolaknya kepada Ophelia.
“Ragukan bahwa bintang adalah api”
Pada masa Shakespeare, bintang dianggap sebagai bola api di langit. Meminta seseorang meragukan hal ini sama dengan meminta mereka meragukan hukum alam yang paling mendasar.
“Ragukan bahwa matahari itu bergerak”
Mengacu pada pemahaman astronomi masa itu (geosentris) di mana matahari tampak berputar mengelilingi bumi.
“Ragukan bahwa kebenaran telah berbohong”
Sebuah paradoks yang menyatakan bahwa sesuatu yang mutlak benar pun secara logika lebih masuk akal untuk diragukan daripada perasaan cinta sang tokoh.





