Sitemap
Gebrina Angela

Gebrina Angela

Bahasa Jerman, Rumit Tapi Menyenangkan; Lerne Deutsch mit mir!

5 min readFeb 26, 2024
Press enter or click to view image in full size

Sebagai penggiat Bahasa Jerman, ini cukup menarik menemukan bahwa Bahasa Jerman atau Deutsch memiliki beberapa kesamaan dengan Bahasa Indonesia. Menurutku bahasa ini tidak begitu sulit gramatiknya -bagiku Bahasa Inggris lebih sukar-. Gramatik Deutsch sama banyak dengan gramatik bahasa lain, namun dibanding disebut sulit, dari sudut pandangku mengatakan Deutsch memiliki gramatik yang sedikit ‘merepotkan’. Bukan yang sangat susah dipahami, hanya saja terkesan lebih detail dan tajam. Pelafalan pada Bahasa Jerman diucapkan sama persis dengan hurufnya sama seperti Bahasa Indonesia. You spell what is written!, tidak ada perubahan pelafalan yang signifikan seperti Bahasa Inggris.

Di Eropa ada beberapa negara yang menggunakan Bahasa Jerman sebagai bahasa nasional dan bahasa sehari-hari mereka. Karakteristik Bahasa Jerman juga mirip-mirip dengan negara sekitarnya seperti Bahasa Belanda karena adanya perjalanan sejarah yang panjang di masa lampau. Menghabiskan separuh waktu dari satu tahun mempelajari bahasa asing cukup menantang!. Di sisi lain Bahasa Jerman juga bermanfaat banyak sebagai jembatan karir dan pendidikan yang terbuka lebar di negara dengan sebutan negeri bir ini. Ada banyak program studi dan pekerjaan yang terbuka di Jerman seperti Ausbildung, Freiwilliges Soziales Jahr (FSJ), Bundesfreiwilligendienst (BFD), Studienkolleg, Au-pair, usw.

Artikel ini diterbitkan untuk meriview kembali apa yang sudah dipelajari dan menjadi sedikit informasi untuk teman-teman yang mempunyai minat belajar Bahasa Jerman, entah guna menambah keahlian atau berniat merintis karir di Jerman. Sebagai catatan, artikel ini memuat materi dasar untuk pemula di tingkat A1, ya. So, fröhliches lesen!

Pertama, kata benda (Nomen) selalu ditulis dengan huruf kapital di depan dan kebanyakan kata kerja (Verben) berakhiran dengan -en namun tidak 100% begitu.

  1. Bahasa Jerman Punya 4 Kasus Utama

Dalam Bahasa Jerman terdapat 4 kasus besar utama, yaitu kasus nominativ atau kalimat deskripsi standar, kemudian akkusativ atau kalimat yang memiliki aktivitas/kegiatan/pergerakan, lalu kasus dativ atau kalimat yang dapat dipasifkan, memiliki dampak atau mendapat feedback, yang terakhir ialah genitiv untuk kepemilikan. Lagi, empat kasus ini punya verben dan personalpronomen atau kata ganti orang yang berbeda-beda di setiap kasusnya contohnya, kata kerja helfen (membantu), danken (berterima kasih), gefallen (suka) adalah 3 dari banyaknya kata kerja yang masuk ke dalam kasus dativ dan bukan nominativ atau akkusativ apalagi genitiv. Kata kerja dalam Bahasa Jerman juga dibagi menjadi regelmäßiges Verben (kata kerja beraturan) dan unregelmäßiges Verben (kata kerja tidak beraturan). Ini adalah asal-usul kalimat ich liebe dich yang artinya aku mencintaimu, kenapa bukan ich liebe du? karena liebe adalah Verben akkusativ jadi seharusnya bertemu personalpronomen akkusativ du yaitu dich. Sudah cukup pusing? jangan dulu, kita lanjut belajar lagi!

Press enter or click to view image in full size

Credit source: terlampir

2. Konjugasi Kata Kerja Hukumnya Wajib!

Konjugasi artinya mengurangi dua huruf belakang pada kata kerja sesuai dengan kata ganti orang (Personalpronomen). Perlu diingat bahwa kata kerja selalu diletakkan pada posisi kedua kalimat (Satz). Tabel berikut ialah konjugasi dengan contoh kata kerja kommen atau datang. Rumus akhirnya menjadi subjek + kata kerja konjugasi + keterangan waktu + keterangan tempat + objek.

zum Beispiel -sebagai contoh-: ich komme aus Indonesien (Saya berasal dari Indonesia)

Press enter or click to view image in full size

3. Modalverben Lebih Tinggi daripada Verben

Jika di atas sudah membahas kata kerja, maka saat ini kita sudah sampai pada Modalverben atau kelompok kata khusus yang posisinya lebih tinggi daripada kata kerja biasa. Sehingga seharusnya Modalverben ditaruh pada posisi kedua kalimat dan kata kerja biasa dipindah di kalimat paling belakang tanpa dikonjugasikan dan yang dikonjugasi ialah Modalverben. Maka, rumusnya menjadi subjek + Modalverben konjugasi + keterangan waktu + keterangan tempat + objek + Verben.

zum Beispiel: Ich möchte eine Pizza essen (aku ingin makan sebuah Pizza)

Press enter or click to view image in full size

4. Inti Bahasa Jerman adalah Artikel

Pernah dengar mengenai artikel die, das, der sesuai gender maskulin atau feminim?. Nah, ini adalah bagian paling penting dalam Bahasa Jerman. Penerapan jenis artikel pada kata benda ini mempengaruhi banyak sekali aspek di Bahasa Jerman, seperti kata sifat, kata kerja, dan lain-lain. Selain itu, artikel maskulin feminim pada setiap kasus juga berbeda ya teman-teman. Ketika berbicara menggunakan kasus nominativ maka artikel harus nominativ, jika memakai kasus akkusativ maka artikelnya juga harus menyesuaikan ke akkusativ dan begitu seterusnya. Semua soal menghafalkan! di bawah ini terlampir tabel artikel dan penggunaannya dalam semua kasus kalimat. Artikel ini juga berlaku untuk kata “sebuah” atau ein/eine dan kata “bukan” yang adalah kein/keine.

Press enter or click to view image in full size

5. Trennbare Verben, Kata Kerja yang Dipisah

Get Gebrina Angela’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Trennbare Verben berbeda dengan Verben biasa dimana Trennbare Verben ini adalah kata kerja yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu Verbzusatz dan Vollverb. Sederhananya, bagian belakang kalimat diletakkan pada posisi nomor dua dan dikonjugasi, lalu bagian depannya diletakkan sendiri di bagian belakang. Sehingga rumusnya menjadi subjek + Verbzusatz konjugasi + Objek + Vollverb.

zum Beispiel: ich rufe dich an (aku menelepon kamu)

Berasal dari kata dasar Trennbare anrufen.

Untuk Trennbare Verben dapat dicek pada link:

https://www.deutschakademie.de/muenchen/blog/trennbare-verben

6. Bagaimana Caranya Bertanya?

Press enter or click to view image in full size

Dalam Bahasa Jerman orang-orang bisa bertanya dengan dua cara, yaitu W-frage dan ja nein Frage. Bertanya dengan pertanyaan ‘W’ berarti rumusnya ialah W-Frage + Verben konjugasi+ subjek.

- z.Bp was machst du jetzt? (Apa yang kamu lakukan sekarang?)

Sementara kalimat pertanyaan yang tidak diawali dengan pertanyaan w maka rumusnya jadi Verben konjugasi + subjek + objek.

  • z.Bp fliegst du nach Indonesien?(apakah kamu terbang ke Indonesia?)

7. Jangan Kaget, Bahasa Jerman Punya Belasan Kata Penghubung

Tahu kata penghubung, ‘kan? Yang berfungsi untuk menyambungkan kalimat utama dan kalimat kedua. Demikian pula Bahasa Jerman punya banyak sekali kata penghubung sesuai masing-masing kasus. Konjunktion yang paling populer dan dasar disebut ADUSO, aber (tapi), denn (karena), und (tapi), sondern (melainkan), dan oder (atau) yang letaknya di posisi 0 kemudian disambung dengan subjek. Ada juga Konjunktion lain seperti danach (selanjutnya), dann (kemudian), deshalb (oleh karena itu), trotzdem (meskipun demikian) yang berposisi di nomor 1 kemudian langsung dapat ditempatkan kata kerja setelahnya yang selalu berada di posisi 2. Simak contohnya sebagai berikut

  1. Ich trinke kein Eis, sondern ich esse nur Kartoffeln (aku tidak minum es melainkan aku hanya makan kentang)
  2. Es regnet heute, trotzdem muss ich ins Kino gehen (hari ini hujan, meskipun demikian aku harus pergi ke bioskop)

Setelah selesai dengan gramatiknya, berikut ini akan dilampirkan juga sedikit website yang cukup membantu untuk belajar Bahasa Jerman:

alles klar! Hoffentlich ist dieser Artikel für Sie alle nützlich. Akhir kata, terima kasih sudah membaca coret-coretanku tentang belajar Bahasa Jerman. Sampai bertemu di artikel selanjutnya. Vielen Dank und ich hoffe, dass du immer gesund bist❤

--

--