Join Medium for free to get updates from this writer.
katanya posisku sudah jauh beranjak vektor langkahku melaju searah waktu tapi di realitas waktu jalan kita tak lagi searah menghapus sisa memori yang terjebak di ruang nostalgia
Aku hanya membuang waktu mengikis isi memoriku demi melupakanmu, namun nyatanya, sebagian diriku masih ter-resonansi ketika mendengar suaramu lagi
Ah bangsat, langkah kakiku berusaha ingin memutus koordinat dari sisa radiasi kenanganmu, tetapi navigasi bodoh ini, selalu tertuju pada muara kegagalanmu
Pada akhirnya kita berdua hanyalah cerita yang rampung sebelum waktunya disembuhkan secara paksa oleh kenyataan pahit, bahwa di ruang realitas,kita tak lagi berada dalam satu garis lurus