sebuah pengakuan tentang egoisme
Sungguh egois. Keegoisan rupanya telah menguasai diriku. Aku selalu melarangmu berinteraksi dengan perempuan lain jika memang tidak ada kepentingan yang mendesak. Namun, lihatlah diriku sekarang. Aku justru telah menjalin hubungan dengan lelaki lain di belakangmu.
Get A. Adastra’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Ironisnya, aku takut jika suatu hari nanti engkau mengetahui segala permainan yang kulakukan. Aku takut engkau akan membalas segala perbuatanku.
Aku pun tak mengerti bagaimana semuanya bisa berjalan sejauh ini dengannya. Selama ini, aku bersembunyi di balik alasan, “Aku hanya ingin membalas perbuatanmu dahulu.” Namun, jika memang semata-mata tentang balas dendam, mengapa aku justru begitu menikmatinya?
Ah, bahkan diriku sendiri tak mampu menemukan jawabannya.
Aku hanya ingin memohon satu hal: ampunilah keegoisanku, Sayang.








