Sitemap
Mahardika Bayu Rahmadi

Mahardika Bayu Rahmadi

Developer in Aksi Relawan mahardika.bayu.rahmadi@aksirelawan.web.id

Memantau Suhu LM35 ke Blynk Cloud

4 min readDec 1, 2025

--

Di artikel ini kita akan menambahkan widget Super Chart di dashboard Blynk Android agar data suhu tersimpan dan tampil sebagai grafik timeline — sehingga pola/tren suhu terlihat jelas tanpa mengubah rangkaian atau logika pengukuran utama.

Bahan & Pra-syarat

  • Arduino UNO
  • Sensor suhu LM35 (tersambung seperti percobaan sebelumnya)
  • Modul Wi-Fi ESP01 (ESP8266) untuk mengirim data ke Blynk Cloud
  • Aplikasi Blynk di Android dan proyek “Monitoring Suhu LM35” yang sudah ada (memiliki widget Gauge pada Virtual Pin V0)
  • Auth Token Blynk untuk proyek (sudah ditanamkan pada kode Arduino)
  • Koneksi Wi-Fi yang stabil

Gambaran singkat alur

  1. Arduino baca nilai LM35 → konversi ke derajat Celcius.
  2. Arduino kirim nilai secara berkala ke Virtual Pin V0 melalui ESP01 dan Blynk Library.
  3. Dashboard Blynk: Gauge menampilkan nilai saat ini, Super Chart menyimpan dan menampilkan riwayat (timeline) dari V0.

Langkah 1 — Pastikan Hardware & Kode Dasar Berfungsi

  1. Pastikan wiring LM35 ke Arduino sama seperti percobaan awal (Vout LM35 → salah satu pin analog Arduino, mis. A0).
  2. Pastikan ESP01 terhubung dan Arduino dapat mengirim data ke Blynk (cek serial monitor untuk pesan koneksi).
  3. Contoh potongan kode Arduino (ringkas, hanya bagian pengiriman):
#include <ESP8266_Lib.h>
#include <BlynkSimpleEsp8266.h>

char auth[] = "YOUR_AUTH_TOKEN";
char ssid[] = "YOUR_SSID";
char pass[] = "YOUR_PASS";

const int sensorPin = A0;
const int VIRTUAL_PIN = V0;

void setup() {
Serial.begin(9600);
Blynk.begin(auth, ssid, pass);
}

void loop() {
int raw = analogRead(sensorPin);
float voltage = raw * (5.0 / 1023.0); // bila menggunakan 5V reference
float tempC = (voltage - 0.5) * 100.0; // rumus LM35 (sesuaikan jika berbeda)
Blynk.virtualWrite(VIRTUAL_PIN, tempC);
Blynk.run();
delay(2000); // kirim setiap 2 detik (atur sesuai kebutuhan)
}

Catatan: Sesuaikan rumus konversi dan referensi voltase sesuai konfigurasi kamu (jika memakai 3.3V atau pembagi tegangan, ubah perhitungan).

Langkah 2 — Buka Proyek di Aplikasi Blynk (Android)

  1. Buka aplikasi Blynk → pilih proyek “Monitoring Suhu LM35”.
  2. Masuk ke mode edit (ikon pensil atau tombol edit).

Langkah 3 — Tambah Widget Super Chart

  1. Tekan tombol + (tambah widget) pada editor dashboard.
  2. Scroll dan pilih Super Chart → widget akan otomatis muncul di halaman dashboard.
  3. Tap Super Chart → buka Settings / Data Streams.

Langkah 4 — Hubungkan Super Chart ke DataStream V0

  1. Di bagian Data Streams pilih Add DataStream.
  2. Dari daftar datastream yang tersedia pilih nama datastream yang mengacu pada Virtual Pin V0 (mis. “Suhu” atau nama datastream yang kamu pakai sebelumnya).
  3. Pastikan datastream yang dipilih sama yang digunakan Gauge (V0).

Get Mahardika Bayu Rahmadi’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Langkah 5 — Konfigurasi Interval & Rentang Waktu

  1. Di menu Settings pada Super Chart, atur:
  • Interval sampling (berapa sering titik dicatat di chart) — perhatikan: Super Chart mengikuti frekuensi data yang dikirim Arduino.
  • Range / Time window untuk menampilkan history (mis. 1 jam, 24 jam, dsb.).
  • Tipe grafik (line, bar, area) sesuai preferensi.

2. Di menu Design, atur label, skala Y, dan tampilan visual agar mudah dibaca.

Langkah 6 — Simpan & Periksa Koneksi

  1. Kembali ke dashboard, konfigurasi Super Chart disimpan otomatis.
  2. Pastikan device online di aplikasi Blynk. Jika offline:
  • Periksa koneksi Wi-Fi pada ESP01.
  • Periksa wiring ESP01 dan power supply.
  • Cek Auth Token pada kode Arduino apakah benar.
  • Lihat serial monitor Arduino untuk error koneksi atau retry.

Langkah 7 — Tes & Validasi

  1. Jalankan sistem (Arduino + ESP01).
  2. Amati Super Chart: akan mulai menampilkan titik data setelah beberapa sampel. Karena chart membutuhkan history, tunggu beberapa pembacaan agar grafik menjadi rapi.
  3. Bandingkan nilai pada Gauge dengan titik terbaru di Super Chart untuk memverifikasi konsistensi.

Tips Praktis

  • Frekuensi kirim: Jangan mengirim terlalu cepat (mis. <1 detik) karena dapat membebani koneksi/Cloud dan menguras power. Interval 1–10 detik biasanya memadai tergantung kebutuhan.
  • Timestamp: Blynk Cloud menambahkan waktu pada data; bila butuh timestamp lebih presisi, pastikan RTC atau sinkronisasi waktu di device.
  • Smoothing: Jika grafik terlihat “berisik”, pertimbangkan mengambil rata-rata bergerak di sisi Arduino sebelum mengirim.
  • Retensi data: Blynk menyimpan history berdasarkan pengaturan akun/plan — periksa batasan bila memerlukan penyimpanan jangka panjang.

Masalah Umum & Solusi Singkat

  • Chart kosong/terlambat muncul → Pastikan data benar-benar terkirim ke V0; cek serial monitor; tunggu beberapa sampel.
  • Device sering disconnect → Periksa suplai listrik ESP01 (stabil 3.3V) dan kualitas sinyal Wi-Fi.
  • Nilai tidak akurat → Cek wiring LM35, referensi tegangan ADC, dan rumus konversi.
  • History terlalu singkat → Atur rentang waktu di Super Chart atau perpanjang interval sampel agar history menumpuk lebih lama.

Kesimpulan

Menambahkan Super Chart ke dashboard Blynk adalah cara cepat dan efektif untuk mengubah pengukuran suhu sesaat menjadi insight historis — memungkinkan analisis pola dan tren suhu dari LM35 tanpa merombak hardware atau logika pengukuran utama. Dengan konfigurasi datastream yang tepat (Virtual Pin V0) dan pengaturan interval yang sesuai, dashboard monitoring menjadi jauh lebih informatif dan berguna untuk pemantauan jangka pendek maupun deteksi anomali.

--

--