Sitemap

Cross Cable Installation

5 min readSep 7, 2026

--

jarkom#1

Press enter or click to view image in full size

haloo, disini saya akan merangkum kegiatan praktikum jaringan yang saya lakukan kemarin

Dasar Teori

Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah media transmisi yang paling umum digunakan dalam jaringan Ethernet. Kabel ini memiliki 4 pasang kabel warna yang dipilin dan diakhiri dengan konektor RJ-45 di setiap ujungnya. Untuk memastikan kompatibilitas, terdapat dua standar penyusunan kabel yang dikeluarkan oleh TIA/EIA, yaitu T568A dan T568B.

Get Munada Athof’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Cross Cable (Kabel Silang) adalah kabel yang menggunakan standar T568A pada satu ujung dan T568B pada ujung lainnya. Fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan dua perangkat yang sejenis secara langsung, misalnya:

  • PC ke PC
  • Switch ke Switch
  • Hub ke Hub
  • Router ke Router

Prinsip kerjanya adalah menukar jalur Transmit (TX) dan Receive (RX). Pada perangkat sejenis, pin untuk mengirim data (TX) sama, yaitu pin 1 dan 2, sedangkan pin untuk menerima data (RX) adalah pin 3 dan 6. Jika menggunakan kabel lurus, TX di ujung 1 akan terhubung ke TX di ujung 2, sehingga data tidak sampai. Dengan cross cable, susunan T568A di satu ujung membuat pin 1–2 (TX) terhubung ke pin 3–6 (RX) di ujung lainnya, sehingga komunikasi dua arah dapat terjadi.

Tujuan Praktikum

Setelah mengikuti praktikum ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan perbedaan fungsi antara kabel straight dan cross dalam jaringan.
  2. Mengidentifikasi urutan warna kabel sesuai standar T568A dan T568B.
  3. Melakukan proses instalasi cross cable dengan benar, mulai dari pengupasan, penyusunan, hingga penguncian konektor.
  4. Menguji kabel yang telah dibuat menggunakan LAN Tester untuk memastikan konektivitas yang benar.

INSTALASI

Alat dan Bahan

Press enter or click to view image in full size
  • Kabel UTP Cat5e atau Cat6 (panjang sesuai kebutuhan)
  • 2 buah Konektor RJ-45
  • Tang Crimping (Crimping Tool)
  • LAN Tester / Cable Tester

Standar Warna yang Digunakan :

Ujung 1 (Standar T568B):

  • Pin 1 : Putih-Oranye
  • Pin 2 : Oranye
  • Pin 3 : Putih-Hijau
  • Pin 4 : Biru
  • Pin 5 : Putih-Biru
  • Pin 6 : Hijau
  • Pin 7 : Putih-Cokelat
  • Pin 8 : Cokelat

Ujung 2 (Standar T568A):

  • Pin 1 : Putih-Hijau
  • Pin 2 : Hijau
  • Pin 3 : Putih-Oranye
  • Pin 4 : Biru
  • Pin 5 : Putih-Biru
  • Pin 6 : Oranye
  • Pin 7 : Putih-Cokelat
  • Pin 8 : Cokelat

Membuat Ujung 1 & 2:

Press enter or click to view image in full size
  • Potong ujung kabel UTP dengan rapi menggunakan tang crimping atau cutter.
  • Kupas kulit luar kabel sepanjang kurang lebih 2 hingga 3 cm menggunakan bagian stripper pada tang crimping. Pastikan tidak menggores atau memotong serat kabel di dalamnya.
  • Pisahkan dan luruskan kedelapan serat kabel berwarna agar tidak kusut.
Press enter or click to view image in full size
  • Susun kedelapan serat kabel berurutan dari kiri ke kanan untuk ujung 1, yaitu Putih-Oranye, Oranye, Putih-Hijau, Biru, Putih-Biru, Hijau, Putih-Cokelat, Cokelat.
Press enter or click to view image in full size
  • dan untuk ujung 2 yaitu Putih-Hijau, Hijau, Putih-Oranye, Biru, Putih-Biru, Oranye, Putih-Cokelat, Cokelat.
Press enter or click to view image in full size
  • Jepit ujung kabel dengan jari agar urutan tidak berubah, lalu potong rata semua serat hingga panjangnya sekitar 1 hingga 1,5 cm dari ujung kulit luar.
  • Masukkan kabel ke dalam konektor RJ-45 dengan posisi logam RJ-45 menghadap ke atas dan menjauhi Anda.
  • Dorong hingga ujung kabel menyentuh bagian ujung dalam konektor dan kulit luar kabel masuk ke dalam konektor hingga terjepit.
  • Pastikan urutan warna tidak berubah sebelum melakukan crimping.
Press enter or click to view image in full size
  • Masukkan konektor RJ-45 yang sudah terisi kabel ke dalam slot crimping tool yang sesuai.
  • Tekan tang crimping dengan kuat hingga terdengar bunyi “klik” yang menandakan pin logam sudah menembus isolasi kabel.
  • Tarik kabel perlahan untuk memastikan konektor terkunci dengan kuat pada kabel.

4. Pengujian dengan LAN Tester

  • Masukkan kedua ujung kabel ke port transmitter dan receiver pada LAN Tester.
  • Nyalakan tester dan perhatikan indikator LED yang menyala.
  • Untuk cross cable yang benar, pola nyala LED pada sisi remote akan menunjukkan pertukaran jalur, yaitu LED 3 dan 6 akan menyala menggantikan posisi LED 1 dan 2.
  • Jika ada LED yang tidak menyala atau menyala tidak sesuai urutan, berarti ada kesalahan penyusunan dan perlu diulang dari awal.
  • Jika semua LED menyala dengan pola yang benar, maka kabel dinyatakan berhasil dan siap digunakan.

D. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum instalasi dan penyusunan cross cable yang telah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal berikut:

  1. Cross cable memiliki konfigurasi ujung T568A di satu sisi dan T568B di sisi lain, yang berfungsi untuk menghubungkan perangkat sejenis secara langsung dengan menukar jalur TX dan RX.
  2. Keberhasilan instalasi sangat ditentukan oleh ketelitian dalam menyusun urutan warna kabel sesuai standar, serta ketepatan saat melakukan crimping agar konektor terpasang dengan sempurna.
  3. Pengujian menggunakan LAN Tester membuktikan bahwa kabel yang dibuat berfungsi dengan baik jika pola indikator menunjukkan pertukaran jalur pada pin 1–2 dan 3–6.
  4. Meskipun saat ini banyak perangkat sudah mendukung Auto-MDI/MDIX, keterampilan membuat cross cable tetap penting sebagai dasar pemahaman tentang komunikasi data dalam jaringan dan troubleshooting fisik.

sekian,terimakasih ^^

--

--