Bertemu
.
.
.
.
Warning// bxb, sad moment.
angin berhembus pelan, menerbangkan beberapa dedaunan yang jatuh dari pohonnya.
dijalan setapak, terdapat seorang lelaki cantik dengan sosok bayi yang berada di gendongan nya, membawa beberapa tangkai bunga cantik yang akan diberikan ke seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya.
“hari ini jiel ketemu ayah ya nak, pasti jiel kangen sama ayah kan”
lelaki itu berbicara ke pada sang anak yang berada di gendongan nya.
berjalan beberapa langkah lagi, ia sampai pada tempat sang pujaan hati berada. menarik nafas beberapa kali untuk menguatkan dirinya agar air matanya tak keluar sama sekali.
langkahnya ia bawa menuju tempat yang telah diisi oleh sang kekasih.
ia berjongkok di sisi makam itu, menaruh bunga yang ia bawa disamping nisan itu, tertera nama yang selalu ada dihatinya itu,
‘𝐇𝐚𝐫𝐬𝐚 𝐃𝐢𝐦𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚’ nama yang selalu ada di hatinya, nama yang selalu ia ingat setiap saat.
“Aku datang lagi… tapi aku nggak sendirian, ada jiel yang nemenin aku”.
matanya merah, menahan air mata agar tak jatuh.
“jiel sapa ayah yuk, katanya kangen ayah”
“hai ayah, ini jiel anak ayah yang paling ganteng”
“liat sa, jiel tumbuh jadi anak yang lucu, sampai kak ray pengen bawa anak kita pulang─”.
nafas jani tercekat, ia tak sanggup mengeluarkan kata-kata lagi dari mulut nya, isakan tangis terdengar begitu keras. jiel menoleh, melihat jani yang menangis membuatnya inisiatif bersuara.
Get blueberryhann’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
“mmpa-… pa… , mmpaaa” jani menoleh kearah sang anak yang ada di gendongan nya, ia mengusap air mata yang tersisa di wajahnya, berusaha terlihat baik-baik saja di hadapan sang anak.
“kenapa el?, papa cuma kangen sama ayah, el juga kangen ya sama ayah” suara serak itu diterima oleh telinga sang anak, jiel mengedipkan matanya lalu menunjuk kearah sisi kanan nisan harsa.
“ya… yayah” jan terdiam ia menatap jiel dengan kaget berusaha mencerna apa yang di maksud oleh jiel.
“j-jiel kangen ayah ya nak─
sama… papa juga kangen banget sama ayah”.
langit senja mulai terlihat, jani lantas berdiri dari tempatnya, sudah cukup lama ia berada dimakam harsa hari ini, terlihat jiel juga sudah mulai mengantuk.
“aku pulang dulu ya, udah sore ini, kasian jiel kalau kelamaan”
setelahnya jani melangkah pergi dari area pemakaman, langkahnya semakin jauh dari tempat harsa di kubur.
── ‘makasih ya jan, udah mau bertahan buat jiel' 🍂
langit senja yang indah dikota jakarta benar-benar istimewa, langkah itu dibawa masuk kedalam sebuah apartemen mewah yang terletak diantara keramaian kota Jakarta.
dibukanya pintu itu dan melenggang masuk kedalam sana, lampu ia nyalakan agar tak terlalu gelap, melangkah menuju kamar tidur dimana ia akan mengistirahatkan tubuh sang anak yang sudah tertidur pulas.
diletakkan tubuh mungil itu dengan penuh hati-hati, jani menatap sang anak dalam diam, melihat betapa miripnya sang anak dengan ayahnya
“benar-benar copypaste harsa” gumamnya pelan, ia melangkah keluar kamar dan duduk di sofa, tangannya mengambil figura foto miliknya dan sang kekasih.
“udah setahun kamu pergi dari aku sa…”
“chan juga sering banget kesini buat bantu aku jaga el sa”
“k-kan ray sama mas shaka juga bantu aku banget”
runtuh pertahanan jani, air mata tak berhenti jatuh, mulutnya ia tutup dengan tangan agar suara tangisannya tak mengganggu tidur sang anak.
“s-sa andai waktu…. itu k-kamu nggak pergi… k-kamu pasti m-masih sama aku s-saa”
lama menangis membuatnya lelah hingga tak sengaja tertidur sambil memeluk figura tersebut.
langit malam yang cerah dihiasi bintang dan rembulan yang begitu terang.
setahun setelah peristiwa mengenaskan itu jani tetap bertahan demi sang anak yang masih membutuhkan sosok kasih sayang orang tuanya.
🍂.






