Bukan Lulusan IT? Ini Caranya Switch Career Menjadi Data Analyst!
Di era teknologi saat ini, profesi data analyst kian tumbuh pesat bahkan menurut World Economic Forum kebutuhanya itu diprediksi bisa mencapai 40% dari 2025 hingga 2030. Profesi ini juga banyak sekali dibutuhkan oleh perusahaan seperti startup, perbankan, korporat, bahkan pemerintahan. Nah, buat kamu yang belum tahu, data analyst ini merupakan profesi yang bertugas untuk mengumpulkan, membersihkan, dan menganalisis data yang kemudian akan menjadi laporan untuk diinformasikan kepada perusahaan dan biasanya digunakan dalam pengambilan keputusan. Selain itu, hasil dari data analytics ini juga bisa membantu untuk mengatasi dan memecahkan masalah, memahami konsumen serta memprediksi tren pasar.
Namun, kepopuleran AI (Artificial Intelligence) di tahun 2026 ini kadang membuat kita berpikir ia akan menggantikan semua pekerjaan yang ada, termasuk data analyst. Tapi, faktanya masih banyak perusahaan yang membutuhkan pekerja manusia salah satunya di bidang data. AI memang bisa membantu pekerjaan dengan sangat cepat tapi ada kemungkinan juga ia berhalusinasi dan membuat keputusan dengan kurang tepat bahkan bias. Jadi, AI tidak sepenuhnya bisa menggantikan pekerjaan kita, ia hanya sebuah alat yang bisa mempermudah pekerjaan kita dan menyelesaikannya dengan waktu yang singkat.
Nah, yang jadi pertanyaan apakah lulusan non-IT juga punya peluang yang sama untuk berkarir sebagai data analyst? mungkin semua orang mengira untuk menjadi data analyst harus berasal dari jurusan teknik informasi. Padahal nggak selalu, lho. Apalagi saat ini banyak perusahaan yang lebih mengutamakan portofolio dan keahlian di bidang terkait dan tidak terlalu mempermasalahkan latar belakang pendidikan. Jadi, buat kamu yang ingin switch career ke bidang data analyst jangan minder dulu, ya. Kamu bisa ikuti langkah-langkah berikut ini!
1. Pahami dan pelajari skill yang dibutuhkan
Langkah pertama adalah kuasai microsoft excel atau google spreadsheet. Apakah kamu sudah menguasainya? kalau sudah berarti kamu berhasil menaiki tangga pertama untuk menjadi seorang data analyst. Nah, tapi jangan senang dulu. Untuk menjadi seorang data analyst ada beberapa skill lain yang harus kamu kuasai, seperti SQL, Python, visualisasi data dan tentunya matematika dasar.
Kenapa data analyst perlu hitungan matematika? karena matematika dasar menjadi fondasi dalam data analyst untuk memecahkan masalah, berpikir secara logika, dan merangkum data dengan cepat. Contohnya adalah ilmu statistik yang berguna untuk mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai angka karena akan menjadi acuan ketika menganalisis data.
Get Nazwa Nur’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Selain itu, ada beberapa soft skill yang harus kamu pelajari juga untuk menjadi data analyst. Pertama, kemampuan story telling yang biasanya digunakan untuk menyampaikan hasil analisis data. Lalu, kemampuan kolaborasi bersama tim yang di mana nanti kamu akan bekerja sama dengan tim dari berbagai divisi. Kamu juga harus mempunyai kemampuan dalam berkomunikasi dan berpikir kritis terutama berpikir secara analitis. Nah, sekarang kamu udah tahu skill-nya apa saja, kan? udah siap buat belajar?
2. Pilih sumber belajar sesuai kebutuhan
Sebelum kamu memulai untuk belajar skill dan tools-nya ada baiknya tentukan dulu sumber belajarnya. Kalau mau belajar secara gratis, kamu bisa langsung belajar mandiri lewat youtube, website, maupun mini bootcamp gratis. Tapi, kalau kamu mau belajar yang lebih terarah dan terstruktur, ikut bootcamp berbayar bisa menjadi pilihan. Selain itu, ada pilihan lain seperti mengikuti kursus online dengan topik yang spesifik. Jadi, bisa sesuaikan dengan kebutuhan dan keuangan kamu, ya.
Baca juga: DQLab Bootcamp Data Analyst with Python & SQL
3. Mulai bangun portofolio
Ketika kamu melamar pekerjaan sebagai data analyst jangan hanya memberikan CV saja tapi lengkapilah dengan portofolio. Portofolio merupakan dokumen yang berisi hasil dari proyek ataupun study case yang sudah kamu kerjakan. Kenapa portofolio itu penting? karena recruiter membutuhkan bukti nyata agar mereka bisa percaya kalau kamu bisa menjadi seorang data analyst bukan hanya tahu teorinya saja. Selain itu, portofolio juga bisa menjadi acuan dalam jenjang karirmu. Semakin tinggi jam terbangmu, semakin naik jenjang karir dan gajimu.
4. Beranikan diri untuk melamar pekerjaan
Setelah kamu mempunyai portofolio, mulailah untuk melamar pekerjaan. Jangan takut untuk melamar pekerjaan walaupun kamu masih pemula. Mulailah untuk melamar menjadi freelancer dulu atau magang untuk meningkatkan kepercayaan diri dan skill-mu. Gunakan situs lowongan pekerjaan ataupun platform freelance, seperti LinkedIn, Glints, fastwork, dan lain-lain. Dari sini kamu bisa tahu potensi dirimu sudah sampai mana. Dan tentunya kamu bisa praktek langsung di dunia kerja.
5. Tingkatkan skill dan manfaatkan AI
Di dunia yang serba cepat ini, jangan lupa untuk terus mengasah skill. Karena kalau otak nggak dikasih asupan Ilmu, pengetahuan yang kita punya akan stuck di situ-situ saja. Apalagi setiap tahun pasti selalu ada pengetahuan baru seperti belajar AI untuk membantu pekerjaan. Kalau sudah belajar dan tahu cara memanfaatkannya, kamu nggak akan lagi menyelesaikan pekerjaan sampai berjam-jam.
Itulah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk memulai switch career menjadi data analyst. Kalau kamu pingin belajar data analyst dengan materi yang terstruktur dan didampingi oleh mentor yang berpengalaman bisa ikut bootcamp di DQLab, lho. DQLab merupakan platform belajar online yang berfokus pada pembelajaran data scientist, data analyst serta machine learning dan AI. Di sini juga kamu bisa mengambil pelatihan dan sertifikasi BNSP yang bisa meningkatkan kredibilitasmu di bidang data. Kamu pasti pernah dengar hukum newton III, kan? kalau ada aksi pasti ada reaksi. Jadi, yuk, mulai aksimu sekarang dengan daftar bootcamp data analyst di sini https://dqlab.id/bootcamp-data-analyst-with-python-and-sql.





