Sitemap

Menghabiskan Hari-hari di Tahun Terakhir

1 min readDec 29, 2025

--

“Seperti Bunga Waru yang sederhana, tetapi mekar di panas paling keras”

Untuk hari-hari terakhir yang akan aku habiskan sebelum beranjak pada tahun-tahun abu berikutnya: Butuh lebih dari 300 hari untuk Aku memahami satu dan dua hal, bahwa dunia tidak pernah berhenti untuk membuatku belajar menerima banyak ketidakikhlasan, bahwa siapapun yang akan Aku ajak bicara akan menutup pintu yang sudah dibuka sebelumnya. Pada ruang-ruang yang hampir saja usang karena baut mulai berkarat, habis dimakan waktu, atau pada langkah yg mulai menunjukkan kemalasannya ketika mengulang apa yang sudah dilaluinya. Menjadi seorang "Aku" harus banyak ketidaksukaan dan amarah yang diikhlaskan. Ada banyak punggung yang harus disaksikan, ada banyak bahu yang harus dipeluk untuk ucapan selamat, entah untuk kepergian, atau memang harus menjemput kebahagiaan saja. Ada banyak perasaan yang harus dijaga sedemikian rupa agar tidak mengganggu perasaan yang lain, dan ada banyak semoga dalam setiap langkahku untuk orang lain. Menjadi seorang "Aku" artinya menjadi satu-satunya yang tinggal, menjadi satu-satunya yang harus mendoakan, menjadi satu-satunya menyimpan memori dengan sepasang mata berembun. Menjadi seorang "Aku" di tahun ini hanyalah Aku saja yang menyanggupi. Maka aku menuliskan sebab-perkara sebagai lambang keikhlasan. Seperti Bunga Waru yang selalu aku sukai, bahkan hingga detik ini, sederhana tetapi mekar di panas yang paling keras.

Get Monisha’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

sepenantian.momo~

--

--

Monisha
Monisha

Written by Monisha

#LiteraSea 🐚 - Cerita Pendek Pemula 🌊Just wandering through my ocean of stories.