Sitemap

Alarm Pagi yang Kencang

2 min readApr 3, 2026

--

Press enter or click to view image in full size
Photo by Oakywood on Unsplash

Tiap pagi bahkan sebelum alarm berbunyi, saya selalu berusaha untuk mendahuluinya. Bangun lebih awal untuk selanjutnya bersiap menuju ibadah pagi dan mungkin dilanjutkan dengan ritual seperti biasa, membuka laptop dan membuat tulisan remeh temeh seperti ini. Dan begitu bangun, mematikan alarm yang rencana akan berbunyi mungkin sekitar 10–15 menit lagi.

Kebiasaan yang tidak dibangun secara instan ini mungkin terkesan sepele, alarm terkadang hanya formalitas terlebih lagi jika kita memiliki tujuan. Misal bangun lebih pagi karena hendak ke bandara, atau mengejar perjalanan paling awal menuju kantor. Dan lagi — lagi di momen itu membuat alam bawah sadar kita merasa lebih siaga, bangun sedari awal. Bahkan saya sendiri setiap akan bepergian seperti minggu lalu ketika hendak membuat SIM saja sudah menyeting alarm agar berbunyi lebih — lebih awal, meski memang pada akhirnya saya yang bangun melebihi notifikasi alarm tersebut berbunyi.

Beberapa kali juga saya nge-kos di beberapa tempat, seringkali saya menemukan beberapa orang yang alarm dengan volume maksimal. Anggap saja suara dari handphone Samsung yang menggelegar tersebut sampai beberapa deret kamar juga merasa terganggu, namun kamu bisa bayangkan bagaimana reaksi sang pemilik alarm tersebut?

Get Rizal Wicaksono’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Terkapar dan tidur tanpa merasa terganggu. Menyebalkan!

Tentu saja bagi orang — orang yang mudah terdistraksi seperti saya, bunyi alarm yang kencang tersebut akan merusak momen pagi. Yak, saya sendiri membenci suara alarm saya sendiri dan untuk itu adalah alasan utama saya berusaha untuk bangun melebihi notifikasi alarm. Agar saya tidak mendengarkan suara yang memuakkan, namun kenapa masih saja ada ya orang yang tidak tahu diri, menyetel dengan kencang di kala beberapa lainnya mudah terdistraksi.

Momen paling menyebalkan selanjutnya adalah ketika di akhir pekan ketika kamu sendiri berusaha untuk tenang. Menikmati udara pagi ditengah kepulan kopimu atau mungkin sekedar memanjakan diri bahwa pagi ini kamu bisa bangun siang setelah beberapa hari mencoba melek ditengah revisi — revisi klien, meski kenyataannya kamu juga stress karena invoice tak kunjung cair. Ndilalahnya alarm dengan kencang merusak kekhidmatan tersebut, runyam sudah pagi yang tenang tersebut.

Beberapa cara memang ditakdirkan untuk merusak ketenangan kita, salah satunya memang alarm adalah hal yang paling menjengkelkan sepanjang saya mengenal teknologi. Jika dulu kita bisa menggunakan jam weker dimana dengan cara ekstrim bisa kita lempar, maka untuk penggunaan handphone sepertinya akan susah karena benda tersebut tentunya melekat dengan erat ke pemiliknya. Kan nggak lucu kalau kita sampai komplain dengan cara mendobrak pintunya.

Dan terakhir, entah bagaimana ceritanya tiba — tiba notifikasi alarm tersebut berhenti tepat pukul enam pagi. Meski sang empunya tentu belum bangun, kalau menurut dugaan dan asumsi saya yang sudah — sudah estimasi bangun tentunya jam delapan pagi!

Gubraaak!

--

--

Rizal Wicaksono
Rizal Wicaksono

Written by Rizal Wicaksono

Penulis amatir yang suka jalan - jalan menggunakan motor. Suka keluyuran di kota atau perkampungan sembari mencari ide dan ngopi.