Sitemap

Perasaan Berharga

Kamu yang mengusahakannya, bukan oranglain.

2 min readSep 12, 2026

--

Press enter or click to view image in full size
Photo by Lily Miller on Unsplash

Aku kesulitan untuk berada di ruangan yang tidak menyenangkan untukku. Tidak ada keseruan yang sama. Tidak ada energi yang bisa diserap. Hanya mata-mata kosong dengan tubuh yang diseret datang. Aku membencinya.

Setiap langkah yang ku pilih. Keputusan yang ku ambil. Setiap aspek dalam hidupku, aku berusaha mengutamakan diriku sendiri. Pertanyaannya selalu, apa yang bisa ku ambil dari semua ini? Apakah ini bisa membuatku jadi orang yang lebih baik? Apakah aku akan bisa melakukan semua ini dengan sungguh-sungguh? Karena aku benci mengerjakan banyak hal setengah-setengah. Jika aku harus melakukan sesuatu, maka aku harus mengerahkan semua usaha, tenaga dan pikiranku padanya. Aku tidak ingin menyesal.

Maka, hari ini, ku pilih untuk tetap pergi keluar dari forum yang tidak aku inginkan. Aku benci setiap aspek di dalam forumnya yang tidak berdasarkan akal sehat. Aku bisa merasakan apa yang aku miliki hanya akan diperas habis-habisan. Aku tidak menginginkannya. Aku menangkap sinyal berbahaya.

Aku selalu berharap bisa dipertemukan dengan orang-orang yang mampu memberikan dampak. Manusia-manusia pemikir dan kritis. Mereka terkadang memiliki cangkang luar yang terkesan cuek dan sulit untuk didekati. Aku sangat menyukainya. Seolah dunia tidak menggoyahkan pemikirannya. Prinsipnya begitu kuat dan mengakar. Mereka tidak mengikuti tren, mereka menganalisanya. Aku selalu menyukai bagaimana arah pembicaraan selalu menjadi aspek baru untuk membuka cakrawala informasiku.

Get Queeniza’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Sedangkan, banyak sekali aku menemukan bahwa orang-orang di sekitarku sangat mudah menjatuhkan satu sama lain hanya untuk diakui. Saat ditanya apa yang benar-benar mereka kerjakan, mereka akan marah dan merasa itu hanya serangan personal. Oranglain akan menderita dengan betapa tidak bergunanya sekumpulan manusia yang hanya bergosip di pojok ruangan tanpa benar-benar menyelesaikan sesuatu yang bermanfaat. Saat menyelesaikan kalimat ini, aku merasa sedang menyindir diriku sendiri.

Namun, jika kamu ingin merasa dihargai maka dengarkan dirimu sendiri. Beberapa orang akan selalu membujukmu untuk melakukan yang dibutuhkan mereka darimu. Dengarkan dirimu dahulu.

Sebuah hubungan harus berjalan dengan dua arah. Apapun itu. Relasi profesional, pertemanan bahkan romansa. Semua harus didasarkan atas kebutuhan dan kewajiban dari dua arah. Jika tidak, semua ini hanya terasa seperti perbudakan, penjajahan atau apapun istilahnya. Dan kamu yang tidak mampu mengupayakan keinginanmu untuk terbebas dan keberanian untuk menolak akan selalu berada pada posisi terinjak.

Ada seseorang yang menulis tentang kata tidak. Tidak, adalah sebuah kalimat utuh. Dia mengatakan, bahwa saat seseorang mengatakan tidak, sebenarnya dia tidak perlu menjelaskan panjang lebar. Tidak adalah penjelasan itu sendiri.

Dan manusia terkadang bisa sangat kejam.

Meskipun penjelasan itu telah diberikan, tapi banyak orang merasa dirinya sangat terluka. Atas penolakan yang didasarkan pada kemauan dan kehendak bebas orang lain. Merasa dirinya korban atas penolakan. Ah, mungkin ini juga sindiran keras untuk diriku sendiri.

Jika kamu mencari perasaan berharga, maka mulailah dari menghargai penolakan dari oranglain bahkan tanpa harus merasa perlu menuntut penjelasan darinya. Dan belajarlah untuk mengatakan tidak untuk hal-hal yang bukan dirimu.

--

--

Queeniza
Queeniza

Written by Queeniza

Manusia yang pernah terbiasa menulis untuk mengatur tempo napasnya.