Ternyata Memulai Karir di Usia 25 itu Gak Masalah
Aku memulai karir (pekerjaan) full time pertama di usia 25 tahun, dan itu ternyata gapapa loh.
Tapi, awalnya aku berpikir itu bukan hal yang aman untuk di gapapa-in. Waktu aku ngeliat di web portal kerja ya seringnya dibilang “Fresh graduate, maksimum usia 24 tahun” itu aja udah ngerasa kalah duluan. Di Indonesia rasanya gampang banget untuk ngerasa jadi “barang kadaluarsa” kalau udah menginjak usia pertengahan 20-an.
Hari ini aku bakal sharing gimana rasanya memulai pekerjaan pertama (full time) di usia 25 tahun.
THE PRESSURE
Jujur aja di Indonesia tuh rasanya “takdir” seseorang udah dibikinin timeline-nya sejak awal. Mulai dari lulus kuliah di umur 22, dapat pekerjaan pertama di umur 23, dan stabil secara keuangan di umur 25. Kayanya aku udah ngelewatin tahapan itu.
Kalo lebaran sering ditanya, “Kerja di mana?” dan rasanya susah banget untuk ngasih jawaban yang bener untuk pertanyaan itu. Temen-temen yang upload “Day 1 di kantor baru” sementara aku masih sibuk lamar kerja tuh bikin yang udah tertekan jadi makin tertekan.
CERITA PERSONAL
Sebenernya apa yang aku lakuin sebelum umur 25? Banyak deh, dan itu kayanya gak terlalu impressive.
Get Moh. Fahrur Rosi’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Setelah lulus, aku banyak lamar kerja, ada yang dapat respon dan banyakan berakhir di ghosting.
Aku pernah kerja sebagai freelance di salah satu PT yang bergerak di bidang jasa dan aku banyak belajar soal bidangnya, dan kebetulan itu linear sama pendidikanku.
Lalu datanglah rekrutmen CPNS. Aku gagal untuk lolos rekrutmennya, hampir berhasil karena aku peringkat 13 dan yang kebutuhan formasinya 10 orang. Jujur aja CPNS tuh kesannya kaya big deal banget buat banyak orang, terutama di generasi yang lebih tua karena jadi PNS tuh auto golden ticket untuk jadi “the standard”.
Sebelum aku dinyatakan gagal tes CPNS, aku cari kerja dengan harapan besar pekerjaan sementara itu bisa memberikan aku sedikit ruang finansial ketika aku keterima nanti aku bisa sedikit kebantu dan gak perlu bantuan finansial orang tua lagi. Tapi ternyata, pekerjaan yang awalnya iseng itu jadi fondasi dan awal dari perjalanan hidupku.
Karena di tanggal 26 Desember 2024, itu jadi hari pertama aku bekerja di sebuah perusahaan yang menaungi sebuah bakery di tempatku tinggal.
Rasanya kerja di perusahaannya itu campur aduk sebenernya, karena pertama aku gak ngelamar di posisi ini, tapi emang sejak interview tuh aku menyatakan kesiapan kalau aku gak masalah berada di posisi yang gak sama dengan posisi yang dilamar.
Aku melamar sebagai admin gudang dan diterima sebagai checker produksi.
Aku banyak belajar soal stock checking, FIFO/FEFO, memimpin tim produksi, buat laporan produksi, nyusun rencana produksi harian, sampai handling finished products untuk diserahkan ke logistik.
Tapi setelah 11 bulan bekerja di situ, aku memutuskan untuk resign karena aku diterima sebagai pustakawan di salah satu universitas di tempatku tinggal.
Pada akhirnya, kehidupan itu bukanlah sebuah perlombaan. Gak ada milestone kehidupan. Memulai pekerjaan pertama di usia 25 tahun bukan berarti aku telat memulai. Aku cuma sedang berjalan dalam timeline hidupku sendiri. Btw sekarang aku udah umur 26.




