Sitemap
senDIriaN

senDIriaN

I love blue sOoO much

Mizone

2 min readOct 19, 2026
Press enter or click to view image in full size
Mizone — Pinterest

Orang-orang sering salah mengira. Ketika melihatku sering membeli minuman ini, mereka pikir aku cuma sekadar menyukai rasanya. Aku memang suka, tapi ada alasan yang jauh lebih mendalam di balik tiap tegukannya—sebuah alasan sunyi yang takkan pernah mereka duga.

​Bertahun-tahun yang lalu, aku kehilangan kakak sepupu tersayangku. Sama sepertiku, dia juga anak bungsu. Dia begitu menyayangiku. Setiap hari dia akan datang ke rumah hanya untuk menggendongku, memotretku, dan menciptakan banyak kenangan indah bersama.

​Ibuku pernah bercerita, di hari kelam itu, dari balik jendela kaca rumah sakit beliau melihatmu sedang berjuang keras untuk bertahan hidup. Ada banyak selang terpasang di tubuhmu, dan kami semua terus berdoa agar kamu selamat. Tapi apalah daya, kamu pergi karena kecelakaan, tepat di usia yang sedang semangat-semangatnya mengejar dunia. Kepergian yang begitu tiba-tiba, tanpa ada persiapan sama sekali.

​Hari itu rasanya seperti tersambar petir. Pikiranku melayang hampa, kakiku terasa tak menapak tanah lagi. Aku memohon pada siapa pun saat itu, "Tolong katakan padaku bahwa ini bohong." Katakan kalau kamu masih berjuang di sana, berjuang agar esok masih bisa menemuiku lagi.

Get senDIriaN’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

​Butuh waktu yang sangat lama untukku menemukan kata ikhlas. Di hari pemakamanmu, aku malah ingin ikut terkubur bersamamu. Sekarang aku baru sadar, sebagian dari diriku memang ikut mati hari itu. Bedanya, hanya ragamu yang dikubur, sementara aku harus tetap tinggal bersama rindu.

​Tahun berganti tahun, ingatan tentangmu perlahan hadir kembali. Tapi sialnya, aku malah melupakan raut wajahmu. Aku sadar waktu itu aku masih terlalu kecil untuk mengingat ragamu secara utuh, tapi aku berani bersumpah, aku masih bisa merasakan hangatnya dekapanmu saat kamu memotret dan menggendongku.

​Dulu setiap malam, kamu sering datang ke rumahku, menyendiri di sudut favoritmu untuk mencari ketenangan. Tempat itu masih ada sampai sekarang. Setiap kali rasa rindu itu datang, aku cuma bisa memandang sudut kosong itu sambil berbisik, "If only you were still here..."

​Umurku sudah 21 tahun sekarang, Kak. Adik kecilmu ini sudah beranjak dewasa. Aku masih ingat hobimu main catur dan juga minuman favoritmu—Mizone. Minuman yang selalu kubawa setiap kali kita akan bertemu... di makammu.

​Setiap kali rasa rindu itu melanda, aku membeli Mizone, berharap rindu ini terobati sejenak. Tapi saat aku sendirian, saat lelah di kamar kos, rasa rindu itu berlipat-lipat ganda. Orang-orang kira aku memang sesuka itu sama minuman ini. Padahal jauh dari itu, minuman ini membuatku merasa lebih dekat denganmu, Kak.

​Until we meet again, tunggu aku. Nanti kita berpelukan lagi. ❤️

--

--

senDIriaN
senDIriaN

Written by senDIriaN

0 followers

I love blue sOoO much