Sitemap
Seylafley

Seylafley

Behind Your Degree; The Day You Finally Made It

4 min readJul 22, 2026

Before you read this, please play “Beranjak Dewasa” by Nadin Amizah. I think this song perfectly captures the journey you’ve been through and the new chapter that’s waiting for you.

Finally, hari ini juga.

Setelah semua yang udah dilewati, akhirnya ada gelar di belakang nama kamu. Jujur, aku bangga banget sama kamu. Mungkin aku nggak terlalu sering bilang ini secara langsung, tapi hari ini memang hari yang pantas buat semua rasa bangga itu.

Lucu ya, dulu rasanya hari kelulusan itu masih jauh banget. Kayak sesuatu yang cuma bisa dibayangin. Tapi ternyata waktu tetap berjalan, dan tanpa sadar hari yang dulu cuma jadi angan itu sekarang benar-benar ada di depan mata. Rasanya campur aduk. Lega, bangga, dan sedikit nggak nyangka kalau akhirnya kamu benar-benar sampai di titik ini.

Tadi, saat sempat ngerasain panic attack tapi masih bisa nge-handle diri sendiri dan tetap menyelesaikan semuanya, aku sadar kalau itu bukan hal yang gampang. Banyak orang mungkin cuma lihat foto wisudamu, senyummu, atau gelar yang sekarang ada di belakang namamu. Tapi nggak semua orang tahu gimana rasanya harus nenangin diri sendiri di situasi sepenting itu. Dan kamu berhasil. Itu sendiri sudah layak diapresiasi.

Press enter or click to view image in full size

Kalau boleh jujur, dulu aku sering kesel sama kamu. Kesel karena kamu sering ngulur-ngulur waktu buat skripsi. Sampai Mbak Lia juga udah capek setiap ditanyain Ayah sama Ibu soal perkembangan skripsimu. Rasanya setiap kali ditanya jawabannya selalu, “belum” atau “masih proses”. Aku juga sering mikir, “Kenapa sih nggak diselesaiin dari dulu?”

Tapi sekarang aku sadar, aku nggak pernah benar-benar tahu apa yang terjadi di balik layar. Aku nggak tahu tekanan yang kamu hadapi, overthinking yang kamu simpan sendiri, rasa takut gagal, atau hal-hal lain yang nggak pernah kamu ceritain. Mungkin memang ada perjuangan yang nggak semua orang harus tahu.

Yang aku tahu, hari ini kamu berhasil sampai di garis akhir.

Mungkin memang benar, setiap orang punya garis waktunya masing-masing. Ada yang selesai lebih cepat, ada yang butuh waktu lebih lama. Selama ini aku terlalu fokus sama “kapan kamu selesai”, sampai lupa kalau setiap orang menghadapi perjuangan yang berbeda. Hari ini aku belajar kalau proses seseorang nggak seharusnya dibandingkan. Karena pada akhirnya, semua orang sedang berusaha mencapai garis akhirnya dengan caranya sendiri.

Dan itu lebih dari cukup.

Aku juga mau minta maaf. Maaf kalau selama kamu ngerjain skripsi ada omongan atau chat-ku yang bikin kamu kesel. Waktu itu aku belum pernah ada di fase itu, jadi aku nggak ngerti seberat apa rasanya menyelesaikan skripsi. Sekarang aku mulai paham kalau setiap orang punya peperangannya masing-masing.

Get Seylafley’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Mungkin kalau suatu hari nanti aku ada di posisi yang sama, aku baru benar-benar mengerti bagaimana rasanya. Mungkin nanti aku juga bakal ngerasain capek, takut, bingung, bahkan pengen nyerah. Dan kalau hari itu datang, semoga aku bisa mengingat perjuanganmu hari ini sebagai pengingat kalau semua fase sesulit apa pun pada akhirnya bisa dilewati.

I’m sorry if I haven’t been the younger sibling you could truly be proud of in every aspect. Sometimes I feel like I haven’t given you enough reasons to be proud of me. But thank you for always reminding me about what is right, even when your words sounded a little harsh. I never took it the wrong way. Deep down, I know you were only trying to make me a better person, and I truly appreciate that more than I can put into words. I hope that one day I’ll become someone you’ll proudly call your little sibling.

Aku cuma punya satu harapan setelah ini. Semoga kamu jadi pribadi yang lebih sabar, lebih dewasa, lebih menghargai waktu, dan dipermudah untuk mendapatkan pekerjaan yang memang kamu impikan. Semoga setiap langkahmu dipenuhi orang-orang baik, rezeki yang luas, dan kesempatan-kesempatan yang selama ini kamu tunggu.

Dan sekarang, setelah sidang yang panjang, overthinking yang mungkin nggak pernah berhenti, dan semua beban yang akhirnya berhasil kamu lewati… istirahatlah.

Tidurlah yang tenang malam ini.

Press enter or click to view image in full size

Nggak usah mikirin apa-apa dulu. Untuk sekali ini, nikmati rasa lega itu. Besok mungkin hidup bakal mulai “ngebantai” lagi dengan tantangan baru. Tapi itu urusan besok. Malam ini, rayakan dulu kemenanganmu.

Karena kamu pantas mendapatkannya.

Sekali lagi, selamat atas gelarmu.

Hari ini mungkin memang menandai akhir dari perjalananmu sebagai mahasiswa. Tapi aku berharap, setiap kali nanti kamu melihat gelar di belakang namamu, yang kamu ingat bukan cuma hasil akhirnya. Ingat juga semua proses yang pernah bikin kamu hampir menyerah, semua rasa takut yang berhasil kamu lewati, dan semua doa yang akhirnya mengantarkanmu sampai di sini. Karena gelar itu bukan sekadar tambahan nama. Gelar itu adalah bukti kalau kamu pernah berjuang dan memilih untuk tidak berhenti.

Terima kasih karena memilih bertahan sampai akhir.

Congratulations, and welcome to your next chapter. 🤍

— Fley, 22 Juli 2026

--

--