Unknown
Malam itu si anak muda tak tahu pasti siapa yang membuatnya bahagia. Merasa berdebar. Keringat dingin muncul lagi setelah sekian lama bersembunyi. Di telapak tangan kecil itu, di dahi juga pelipisnya. Hanya untuk ajakan makan malam sederhana.
Anak muda itu bukan sedang membuka hati nya demi mengubur yang sudah-sudah. Ia hanya…
Ah, begini.
Get Ify’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Sesederhana perasaan perempuan yang ego-nya lama tak di perlakukan selayaknya wanita, bukan teman biasa. Satu jam dengan obrolan hangat dan dua mangkuk bubur ayam negeri spesial di depannya, sedikit memenuhi hari dan hati si anak muda.
Ya walaupun anak kota itu menyebalkan. Lawan bicaranya malam itu. Yang membuat si empu sedikit berdesir, hanya sedikit.
Anak muda tidak sedang jatuh cinta, ia yakin tidak. Hanya saja, rasanya menghangat jika ditanyakan “Bagaimana hidupmu berjalan satu hari ini?” di tengah kusutnya perantauan. Walaupun lagi, anak kota itu bukan tipenya sama sekali.
Namun ia tak sejahat itu, kita resapi saja hal-hal baik dalam lelaki ini ya. Pulang-pulang membawa hal yang cukup menyenangkan untuk diingat dan dibawa dalam dunia tidur si anak muda.
Tapi tanpa kesemogaan akan ada hari berikutnya dengan si anak kota.





