Sitemap

INTEGRITY

5 min readApr 30, 2026

--

Plot Perjalanan Manusia ke Bulan dengan Data NASA, dan Hasilnya Mengejutkan : Artemis-II

▎ Data ephemeris nyata, bukan ilustrasi. Berikut ringkasan rekonstruksi 9 hari perjalanan Artemis II secara matematis.

— -

Pada 1 April 2026 pukul 22:35 UTC, roket SLS setinggi 98 meter menyala di pad LC-39B Kennedy Space Center. Di dalamnya, empat orang duduk di dalam kapsul yang mereka namai “Integrity”. Sebuah nama yang terasa berat sekaligus jujur. Mereka bukan pergi untuk mendarat, namun mereka pergi untuk membuktikan bahwa kita bisa mendarat.

Misi Artemis II adalah dress rehearsal, latihan besar sebelum manusia kembali menginjakkan kaki di Bulan untuk pertama kalinya sejak 1972. Sebagai seseorang yang penasaran dengan mekanika di balik perjalanan itu, saya memutuskan untuk tidak hanya menonton. Saya ingin merekonstruksi setiap kilometer perjalanannya dengan data sungguhan.

— -

Dari Mana Datanya?

NASA memiliki sistem bernama JPL Horizons, sebuah database ephemeris yang digunakan para ilmuwan dan insinyur misi untuk menghitung posisi dan kecepatan benda-benda di tata surya secara presisi, termasuk pesawat ruang angkasa yang sedang dalam perjalanan.

Selama misi Artemis II berlangsung, NASA memperbarui data ini secara berkala, mencerminkan navigasi nyata tim di Mission Control. Data yang saya gunakan adalah snapshot terakhir yang diperbarui pada 10 April 2026, berisi 2.567 titik data dengan interval 5 menit selama 9 hari penuh.

Setiap titik menyimpan: timestamp, posisi XYZ dalam kilometer, dan vektor kecepatan dalam km/s, semuanya dalam frame Ekliptika J2000.0 dengan pusat di Bumi.

Saya juga mengunduh data posisi Bulan dari sumber yang sama sehingga bisa menghitung jarak Orion ke Bulan secara real-time sepanjang misi.

— -

Anatomi Sebuah Perjalanan ke Bulan

Sebelum masuk ke visualisasi, ada satu konsep yang perlu dipahami terlebih dahulu: free-return trajectory.

Ini adalah prinsip keselamatan paling mendasar dalam misi lunar. Trajektori dirancang sedemikian rupa sehingga jika seluruh sistem propulsi Orion gagal total setelah lepas dari orbit Bumi, gravitasi Bulan dan Bumi akan bekerja bersama untuk mengembalikan kapsul secara otomatis, tanpa satu pun manuver tambahan.

Inilah mengapa lintasan Orion terlihat seperti loop asimetris, bukan garis lurus.

Press enter or click to view image in full size
free-return trajectory

Plot di atas adalah posisi Orion dalam koordinat X-Y bidang ekliptika, dengan Bumi di titik pusat. Gradasi warna dari merah tua ke kuning menunjukkan progres waktu: merah adalah hari-hari pertama, kuning adalah hari-hari terakhir. Kita bisa melihat dengan jelas bagaimana Orion membelok di sekitar Bulan, lalu kembali ke Bumi dalam satu lintasan mulus.

— -

Hari Kedua: Momen yang Mengubah Segalanya

Dua hari pertama, Orion masih berada di sekitar Bumi. Berputar dalam orbit awal sementara tim navigasi memverifikasi semua sistem. Lalu datanglah momen paling kritis: Translunar Injection (TLI).

Pada 2 April 2026 pukul 23:49 UTC, sekitar 25 jam setelah launch, mesin Orion menyala selama 5 menit 55 detik dan memberikan dorongan sebesar +388 m/s delta-v. Angka ini mungkin terdengar kecil, tetapi di luar angkasa, 388 m/s adalah perbedaan antara tetap mengorbit Bumi dan meluncur menuju Bulan.

Press enter or click to view image in full size
speed profile — TLI

Lihat lonjakan tajam di kiri grafik. Itulah TLI. Dalam sekejap, kecepatan Orion melompat ke 10,65 km/s atau sekitar 38.000 km/jam. Angka itu lebih dari 30 kali kecepatan pesawat komersial.

Tapi sesudahnya? Kurva kecepatan terus menurun. Perlahan, tapi pasti.

— -

Fisika yang Bekerja Diam-diam

Setelah TLI, tidak ada yang mendorong Orion. Mesin mati. Yang tersisa hanyalah gravitasi dan gravitasi Bumi tidak berhenti bekerja begitu Anda meninggalkannya.

Get The Quiet Variable’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Selama tiga hari berikutnya, Orion terus melambat, seperti bola yang dilempar ke atas dan kehilangan kecepatan sedikit demi sedikit karena tarikan dari belakang. Pada titik terjauh dari Bumi, kecepatannya tinggal 0,41 km/s, hampir merangkak di skala antariksa.

Press enter or click to view image in full size
distance profile — SOI

Grafik atas menunjukkan jarak dari Bumi. Grafik bawah menunjukkan jarak dari Bulan. Dua kurva yang berbicara tentang hal yang sama dari sudut pandang yang berbeda.

Ada dua garis putus-putus penting di grafik bawah. Pertama, garis emas di 62.800 km, yaitu batas Sphere of Influence (SOI) Bulan. Di sinilah gravitasi Bulan mulai mendominasi gravitasi Bumi dalam perhitungan navigasi. Kedua, garis merah di 8.282 km, yaitu titik terdekat Orion ke permukaan Bulan.

Pada 6 April 2026 pukul 23:01 UTC, Orion melintas hanya 8.282 km dari pusat Bulan, atau sekitar 6.545 km dari permukaannya. Cukup dekat untuk melihat kawah dengan mata telanjang. Tidak cukup dekat untuk mendarat. Persis seperti yang direncanakan.

— -

413.146 Kilometer dari Rumah

Lima menit setelah closest approach ke Bulan, sesuatu yang menarik terjadi. Orion mencapai titik terjauhnya dari Bumi: 413.146 km.

Untuk konteks, jarak rata-rata Bumi ke Bulan adalah 384.400 km. Artinya, pada momen itu, Orion berada lebih jauh dari Bulan, di sisi lain orbit lunar, diam sesaat sebelum gravitasi menariknya kembali.

Empat orang mengapung di dalam kapsul seukuran ruang tamu kecil, sejauh 413 ribu kilometer dari siapa pun yang pernah mereka kenal.

Press enter or click to view image in full size
trajectory 3D

Plot 3D di atas menambahkan satu dimensi yang sering diabaikan: komponen Z, atau inklinasi orbit terhadap bidang ekliptika. Orion tidak bergerak dalam satu bidang datar. Ada kemiringan kecil yang merupakan akibat dari inklinasi orbit Bulan terhadap ekliptika sebesar 5,1 derajat.

— -

Pulang

Setelah melewati Bulan, gravitasi Bumi kembali mengambil alih. Orion mulai jatuh ke arah Bumi dan kecepatannya perlahan meningkat kembali.

Tim navigasi melakukan tiga return correction burn kecil: masing-masing hanya beberapa detik dengan delta-v kurang dari 2 m/s. Kecil, tetapi cukup untuk memastikan sudut masuk atmosfer tepat. Terlalu curam, kapsul terbakar. Terlalu landai, Orion memantul kembali ke luar angkasa.

Pada 10 April 2026 pukul 23:53 UTC, Orion menyentuh entry interface di ketinggian 122 km, titik di mana atmosfer mulai terasa. Sembilan menit kemudian, splashdown. Samudra Pasifik, lepas pantai Baja California.

— -

Apa Artinya Ini Semua?

Artemis II bukan misi yang paling dramatis. Tidak ada pendaratan, tidak ada moonwalk, tidak ada momen “one small step.”

Tetapi justru di situlah letak pentingnya.

Setiap sistem yang berfungsi dalam misi ini, mulai dari navigasi, life support, thermal protection, hingga propulsi, adalah konfirmasi bahwa kita siap untuk langkah berikutnya. Artemis III, yang direncanakan membawa manusia kembali ke permukaan Bulan, bergantung pada keberhasilan diam-diam misi ini.

Dan data yang kita lihat hari ini, 2.567 titik posisi yang direkam setiap 5 menit selama 9 hari, adalah jejak digital dari keberanian itu.

— -

Coba Sendiri

Semua kode, data ephemeris, dan visualisasi tersedia di GitHub:

https://github.com/kandref/artemis-ii-analysis

Notebook Jupyter sudah dieksekusi dengan output tersimpan sehingga bisa langsung dilihat tanpa perlu menjalankan ulang. Atau fork dan eksplorasi sendiri: ubah sudut pandang 3D, zoom ke bagian closest approach, atau tambahkan animasi.

Data ini bukan simulasi. Ini adalah perjalanan nyata yang bisa kita baca ulang kapan saja.

— -

Data: NASA JPL Horizons System. Visualisasi: Python + Matplotlib.

--

--

The Quiet Variable
The Quiet Variable

Written by The Quiet Variable

0 followers

Everything about sciences