Tentang sebuah Janji
Janji yang ada karenanya.
— — —
Janji itu tidak akan pernah selesai karena satu pihak
Memang itu ada karena kehadirannya
Tapi, yang terdalam adalah janji itu sekarang berdiri sendiri
Memutar dan saling mengunci dari delapan sisi.
Jika kamu menyuruhku untuk fokus mengejar mimpi
Maaf, aku sudah tak punya
Aku tak tahu apa itu
Aku bisa terbang tapi aku tak punya tujuan
Kehadiranmu membuka mataku
Membuatku ingin mengepakkan sayap sekali lagi
Kehadiranmu berharga bagiku
Dan oleh karena itu aku membuat janji ini
Janji yang disusun dari delapan sisi
Salah satu makna dari sisi nya adalah tahun, 365 hari
Tapi, tak sesederhana itu
Tak berhenti di situ
Sisi itu memiliki lapisan, tujuan dan maknanya sendiri.
Janji yang ku dedikasikan untuk memberi kebermanfaatan pada dunia, terutama ibu pertiwi
Dan juga sebagai rasa terima kasihku kepada Tuhan karena telah menghadirkan dia dalam hidupku
Janji yang sederhana
Tapi akan kupastikan memiliki dampak yang signifikan terhadap sekitarnya
Janji itu, tak akan semulus dalam proses mewujudkannya
aku sudah tahu tentang itu, aku sudah memperkirakannya
Waktu ku sedikit
Begitu juga tenagaku
Lantas bagaimana aku memperjuangkan janji itu?
Aku juga kurang tahu
Yang jelas aku harus memperjuangkannya
Get Wirafa_’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Terus melangkah, sekecil apapun itu.
Biarkan janji ini menjadi bagian dari hidupku
Dan biarkan juga janji ini menjadi tujuan untukku
Aku juga ingin terbang
Aku ingin sepertinya yang dengan anggun mengepakkan sayapnya
Meski raga ini penuh luka
Biarkan aku terbang sekali lagi
Hingga titik di mana aku tak dapat menggerakkan raga ini.
Biarkan orang mengatakan aku terjebak masa lalu
Aku memang tak dapat melupakannya
Dan tak mau melakukan itu.
Oleh sebab itu aku bertanya,
Jika kelak akan hadir seorang yang ingin ada dan menjadi bagian dari hidupku bukankah akan sangat tidak etis, kejam, dan keji jika aku dengan dia sedangkan pikiranku masih dipenuhi wanita lain yang jauh disana?
Memang,
Aku tak sedang memperjuangkannya
Aku tak terikat dan mengikat diriku padanya
Aku hanya memperjuangkan janji yang ada karena kehadirannya
Tapi, tetap saja. Aku ragu
Untuk menerima wanita lain, selain dirinya, yang ingin mendampingiku.
Aku takut menyakitinya,
Menyakiti orang yang dengan tulus mencintaiku
Tapi, dengan semua ini, dengan semua yang kupikirkan, aku berharap Tuhan memberi jalan dan jawaban.
— — —
Kepadamu, terimakasih telah hadir dalam hidupku.
Kepada Tuhan, Terimakasih telah memberiku tujuan untuk sekali lagi terbang
Kepada seseorang, siapapun itu yang kelak akan berada di sisiku. Maafkan aku, aku terjebak masa lalu, tak dapat melupakannya, dan tak mau melakukan itu.
Atas keegoisanku. Tolong hargai itu.
Semoga Tuhan memberi jalan, kemudahan, dan kelancaran terhadap janji yang sedang kuperjuangkan.
Dan kutegaskan,
Aku tak mau mengikatnya
Aku ingin dia bebas mengepakkan sayapnya
Maaf,
Terima Kasih.








