Sitemap

Ajak Aku ke Jalanan yang Asing Itu

2 min readOct 24, 2026

--

Press enter or click to view image in full size

Rasa ini tak ada hentinya menari-nari di selasar hati ketika melihat Sang Anak Adam. Sebab tanpa hentinya ia menunjukkan senyuman bak keabadian, seolah takkan sirna menyambut bulan maupun mentari.

Selain senyuman yang tidak pernah pudar, engkau juga membagi kasih tanpa jeda. Membuatku tersadar bahwa aku layak mendapatkan kasih tanpa ada syarat yang harus aku penuhi.

Namun, memangnya siapa Kamu membagi kasih dengan begitu murah hati?

Sejuta kehangatan tanpa pamrih pun juga kau beri. Apa memang kau sangat dermawan wahai kasih?

Menjadi lentera ketika pelik, menjadi arti bagi banyak insan untuk melanjutkan hari, dan tanpa hentinya membagi kasih hingga tidak ada yang tersisa lagi untuk dirimu sendiri.

Kalau kamu memang dermawan, aku harap kamu tidak hanya membagi kehangatan maupun kasih. Melainkan juga membagi keluh serta kesah dari hari yang kau jalani.

Aku berharap kamu bisa membagi seluruh luka dan pilu yang kau simpan rapi untuk dihadapi seorang diri. Begitu juga tangis yang hanya tembok kamar mu tau saat malam sunyi datang. Juga jangan lupa untuk memberi tau Aku tentang semua rasa khawatir dan cemas yang tanpa hentinya menghantui.

Get N’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Kamu pernah bercerita bahwa hidup ini bagai jalanan asing. Jalanan asing yang mampu membuatmu meringkuk ketakutan. Bahkan ketika coba kau jalani, kedua langkah kakimu sangat berat ketika menapaki jalanan asing itu. Hanya ada tiga hal yang bisa kamu ingat mencoba untuk berjalan.

Pertama, rasa cemas yang menyelimuti seluruh tubuh.

Kedua, debaran jantung yang sangat kencang hingga kau tidak bisa mendengar apapun selain itu.

Ketiga, keyakinan bahwa kamu tidak akan pernah sanggup melewati jalanan itu.

Jalanan asing yang kamu lalui ini tentunya akan terlihat sangat gelap dan berkabut untuk kamu lewati. Jalanan ini juga akan selalu membuatmu bergidik.

Tapi sungguh, Aku berlutut di dinginnya tengah malam untuk memohon agar semua ketakutanmu itu sirna.

Aku berdoa di jalanan asing yang kamu lewati itu, akan ada lampu jalanan yang sangat terang. Cahaya itu akan menjadi lentera untukmu, sebagaimana kamu menjadi lentera bagi jutaan insan di muka bumi ini.

Aku ingin jalanan asing itu untuk senantiasa terang, agar kamu bisa melihat dengan jelas apa yang sebenarnya kamu punya. Aku ingin kamu untuk bisa kembali percaya pada diri dan mampumu meski cemas itu datang mengusik.

Selamat ulang tahun wahai kasih, serta mulia dan semoga jalanan yang asing itu tak akan jadi menakutkan lagi bagi kamu.

--

--