Sitemap
youra

youra

i romanticize what almost destroyed me.

Api yang jatuh ke palung dada

2 min read9 hours ago
Press enter or click to view image in full size

Tatkala suhu tubuh meningkat dan gema bara bergaung hebat di dalam diri — ketika satu atau dua patah kata menyelinap, menambah berat dari yang sudah teramat berat.

Pada kedalaman jiwa, kurasa ada sesuatu yang jatuh ke sana. Bagai api yang merajuk masuk ke dalam palung dada, berupaya membakar apa saja yang tertinggal di dalamnya, hingga memaksa asap mengepul dan air mata mengalir.

Barangkali manusia selalu belajar dari hal-hal yang pernah dilaluinya.

Bagai api yang menanti redamnya air, atau tepung yang bergesek dengan kobaran yang barangkali akan membakar habis dunianya. Atau kupu-kupu yang berterbangan, barangkali melaknat api itu karena telah melahap habis tamannya.

Get youra’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Pada akhirnya, kita memang hanya bisa menahan dan diam, kan?

Nan jauh di sana, sesuatu jatuh ke dasar. Ia membakar, meracuni, lalu memaksa jiwa kembali berdenyut dalam sunyi. Kurasa, memang ada hal-hal yang terlampau sulit untuk diungkapkan dengan suara.

Emosi yang tertahan, sungguh malang.

Hati demi hati, kubisikkan dengungan lembut dari rintik hujan yang mengalir perlahan — berharap hari berganti dan api di dalam dada itu lekas padam.

Apa ia akan meledak suatu ketika nanti?

Semoga apinya segera reda, semoga taman-taman itu kembali mekar, dan semoga asapnya lekas hilang, tergantikan air mata yang tumpah ruah.

Semoga tidak ada lagi yang perlu ditahan. Biarlah apa menjadi apa, dan biarlah tenang menuju terang.

--

--

youra
youra

Written by youra

i romanticize what almost destroyed me.