Sitemap
Booknotations

Kumpulan ulasan buku, reviu buku, dan pengalaman penulis ketika membaca buku.

Akar dan Ombak — Gladhys Elliona

--

“Bagaimana kita bisa terus bersuara tentang kelindan krisis iklim, ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan rasial?” — halaman 109

Press enter or click to view image in full size
dokumen pribadi

Barangkali, pertanyaan itu memutar cukup lama di kepala saya pribadi ketika membaca karya naratif sejarah ini yang cukup mengena. Penulis menggambarkan tokoh dan simbol dengan baik bersama beberapa konflik rasial dan ketimpangan yang cukup banyak terjadi di daerah yang terjajah.

Buku ini hanya 190 halaman yang sekiranya cukup menggambarkan pola-pola teori dependensi bekerja. Tentang bagaimana sebuah bangsa penjajah mampu menciptakan struktur hukum dan ekonomi yang eksploitatif. Mereka menempatkan orang-orang di Boicucanga dan sekitarnya menjadi wilayah yang bergantung pada negara induk penjajah awal.

Get Mahendra Utama Cahya R.’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Membaca bagian awal saja, saya sudah mengetahui adanya fenomena yang jamak ditemukan di Kepulauan. Adanya neokolonialisme berkedok pembangunan, tentang bagaimana penguasaan lahan kiwari seakan melanjutkan logika perampasan tanah masa lalu. Pemilik modal besar mengambil alih wilayah pantai, membangun villa, mendaratkan kapal pesiar mewahnya — sedangkan penduduk asli sana dijadikan penonton saja.

Bagian cukup seru ada pada bab Berenang di Pantai Sambil Cerita Penjajahan. Untuk beberapa kawan yang ingin membaca, sangat disarankan juga membaca sejarah ihwal Pemberontakan Cabanagem. Yang penulis kulik sedikit adalah satu-satunya (semoga saya salah) gelombang perlawanan yang cukup hebat, di mana aliansi campuran masyarakat pribumi, kaum campuran, serta warga kulit hitam bersatu melawan ketidakadilan elit. Karena penindasan, kemiskinan struktural, ruang hidup yang dirampas, dan penindasan sejak zaman penjajah dari negara P (sesuai dengan di buku), rakyat di sepanjang sungai Amazon meminta hak tanah sebagai bentuk perlawanan atas kedaulatan budaya. Meski akhirnya dalam kisah di buku, beberapa keluarga terhapus dan tidak berjejak lagi. Bahkan beberapa keturunan semacamnya dibuat kehilangan ingatan kolektif.

Apakah artinya yang lain tidak kalah seru? Tentu seru. Buku ini mengajak kita berjalan di sepanjang kisah Mata Atlantica yang berada di sekitaran Sao Sebastiao dan Boiçucanga. Di mana kehidupan para nelayan Caiçara dan suku pribumi dinarasikan baik pada bab lainnya. Bahkan eksotisme, keramahan, dan enerjiknya mereka dikisahkan dengan runut, seakan benar bahwa judul buku Akar dan Ombak menjadi cocok dengan isinya.

Semacam ketahanan akar (ketahanan budaya dan tanah wilayah yang perlu dirawat) melawan ombak (kegiatan ekstraktif dan birokrasi yang berbelit).

Punya tulisan tentang buku? Terbitkan di Booknotations. Daftar sekarang dan cek panduannya!

--

--

Mahendra Utama Cahya R.
Mahendra Utama Cahya R.

Written by Mahendra Utama Cahya R.

If you find my writing useful, you can support my work. https://saweria.co/mahejenk

Booknotations
Booknotations

Published in Booknotations

Kumpulan ulasan buku, reviu buku, dan pengalaman penulis ketika membaca buku.