Member-only story
Merayakan Pertemanan dari Bangku Kuliah hingga Bangku Pelaminan
Lima orang asing hingga pelaminan yang menandai babak baru kehidupan
Akhir minggu ini saya menghadiri acara pernikahan seorang kawan lama semasa kuliah. Pernikahan ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan momen penutup yang manis.
Ia adalah teman terakhir di antara kami berlima yang akhirnya melepas masa lajang. Artinya, lingkaran kecil kami rampung. Semuanya resmi berumah tangga.
Klik tautan teman ini untuk melanjutkan membaca.
Melihatnya bersanding di pelaminan membawa ingatan saya kembali ke belasan tahun lalu. Saat pertama kali menginjakkan kaki di kampus, kami berlima adalah orang-orang asing yang dipertemukan di kelas yang sama.
Nasib menuntun kami menjadi satu kelompok tugas kuliah. Dari situlah pertemanan itu bermula. Obrolan canggung, menjadi teman cerita, teman nongkrong, hingga akhirnya lulus bersama dan mengejar mimpi masing-masing.
Saya tambah senang karena kali ini mendapat pengalaman baru. Biasanya, acara pernikahan yang saya hadiri lekat dengan tradisi budaya Tionghoa. Pernikahan saya pun mengusung budaya Tionghoa.
Kali ini, panggung hiburan resepsi pernikahan diisi oleh sebuah band campur sari. Saya bukan pendengar…





