Menjauh dari Keramaian di Tepi Ujung Kulon
Sebulan yang lalu, saat libur sekolah anak-anak, saya dan keluarga besar berwisata ke pantai di Sumur, Pandeglang. Lokasi pantai ini berjarak 31 km dari Kawasan Pantai Tanjung Lesung (Kawasan Ekonomi Khusus) ke arah Taman Nasional Ujung Kulon.
Awalnya kami sempat ragu untuk berwisata ke sana, karena Sumur sebenarnya terkenal sebagai daerah bencana tsunami (tahun 2018 pernah terjadi tsunami besar di sini).
Keraguan kami semakin parah. Kami sempat waswas karena malam sebelum berangkat terjadi gempa bumi yang berpusat di dekat Sumur. Namun, kami membulatkan tekad karena takdir umur siapa yang tahu; Tuhanlah yang menggenggam setiap nyawa.
Kami menginap di 8898 Beach Resort. Penginapan kecil dengan 5 kamar standar yang terletak di bibir pantai di Jalan Taman Nasional Ujung Kulon.
Menginap dan pergi ke tempat seperti ini, jauh dari keramaian, dengan suara paling keras yang terdengar hanyalah debur ombak di malam dan pagi hari, mempererat kehangatan kami sekeluarga.
Resor ini dibangun langsung di atas lahan tepi pantai dengan konsep minimalis, dengan kolam renang dan parkir yang luas. Kategori hotel termasuk bintang satu di aplikasi Traveloka. Namun, penginapan kecil ini memiliki nuansa rumah liburan keluarga. Suasananya jauh dari hingar-bingar hotel pantai pada umumnya.
Kamar di resor ini dilengkapi fasilitas cukup lengkap untuk ukuran penginapan kecil: AC, televisi, kamar mandi dengan shower, hingga pembuat teh/kopi.
Pantai yang tenang
Kawasan Sumur memang belum seramai pantai Anyer atau Carita. Namun di situlah daya tariknya. Menginap di penginapan yang langsung berhadapan dengan pantai eksotis (dan privat) yang masih sepi dan bersih, kami pun bisa melihat sunset di sore hari seperti di pantai Bali.
Garis pantai di sisi barat Pandeglang ini memang menghadap ke arah matahari terbenam, lengkap dengan siluet pulau-pulau kecil di kejauhan sebagai latar.
Get Apriana Susaei’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Sejak tiba, anak-anak langsung berlarian begitu melihat pasir dan air laut yang jernih.
Kami memutuskan untuk sejenak menghabiskan waktu sore di pantai hotel ini. Bercengkrama dengan anak-anak dan keluarga, berenang bersama, ngobrol ngalor ngidul dengan bapak dan ibu, sampai menikmati kelapa muda.
Tidak jauh dari resor, terdapat Pantai Daplangu. Pantai yang terbuka untuk umum dan cukup viral di media sosial. Resor ini juga dekat dengan beberapa spot wisata lain seperti Pulau Oar dan Pulau Badul. Anda bisa berkano atau menyeberang dengan perahu nelayan di pulau-pulau itu.
Jika berkunjung ke sana, jangan lupa membawa uang tunai secukupnya, termasuk jika ingin mampir ke warung-warung kecil di sekitar Pantai Daplangu. Kemudian, jangan biarkan anak-anak bermain air sendirian tanpa pengawasan, terutama saat air pasang, saat di pantai.
Karena tempat kami menginap jauh dari pusat kota, kami perlu menyetok camilan dan makanan. Minimarket hanya tersedia di kota Kecamatan Sumur yang berjarak 2–3 km. Resor menyediakan sarapan sederhana. Namun, untuk makan malam kami memesan ikan, udang dan cumi bakar di restoran yang berada di kota Kecamatan Sumur.
Sayangnya, resor ini tidak menyediakan sabun mandi, sikat dan pasta gigi, namun mereka masih menyediakan handuk. Kami pun membeli losion penolak serangga karena banyak nyamuk di sekitar resor.
Aksesibilitas
Dari Jakarta, rute yang biasa ditempuh adalah keluar di Gerbang Tol Serang Timur, lalu melanjutkan perjalanan darat melewati Pandeglang — Labuan — Panimbang, hingga akhirnya tiba di Sumur. Total waktu tempuh berkisar 6–7 jam tergantung pada kondisi lalu lintas. Jalur Panimbang–Sumur paling menantang karena berkelok dan menyempit di beberapa titik; namun, jalanan beraspal rata dan bagus.
Bagi yang mengandalkan transportasi umum, bisa menggunakan bus antarkota dari Terminal Kalideres atau Tanjung Priok menuju Terminal Labuan, lalu dilanjutkan dengan mobil “Elf” (minibus lokal) jurusan Sumur. Karena armadanya terbatas dan biasanya hanya beroperasi sampai sore, kami menyarankan menyewa kendaraan pribadi dari Labuan agar perjalanan lebih fleksibel, apalagi bila membawa anak-anak dengan banyak bawaan.
Resor ini lokasinya menyatu dengan zona penyangga Taman Nasional Ujung Kulon, jadi selain healing di pantai, kawasan ini juga membuka opsi eksplorasi alam lain di sekitarnya. Misalnya, jika Anda tertarik mengunjungi Taman Nasional Ujung Kulon dan Pulau Peucang.
Dalam waktu dekat, Kawasan Sumur akan ramai, mengingat akses Tol Serang-Panimbang diperkirakan akan dibuka pada tahun 2027 (dengan akses keluar tol diperkirakan di Kawasan Tanjung Lesung), sehingga aksesibilitas dari Jakarta akan jauh lebih mudah.
Untuk itu, buruan kunjungi sebelum ramai.









