Sitemap
Nusantara Banget

Unlock your creativity and let your voice be heard in our Medium publication, a dynamic platform for writers to share their most inspiring, high-quality work. Whether you're exploring new ideas or perfecting your craft, join a community where every story leaves a powerful impact.

Lelaki yang Membawa Boomerang Menuju Valhalla

--

Press enter or click to view image in full size
Hubert Henry Limahelu (Instagram boomerang_official

Suara Hubert terdengar sedikit parau dan kepayahan —pada sudut tertentu guratan di wajahnya menunjukkan kesan lelah. Pada dinding yang menjadi latar studio tempat dia dan personel lainnya bermain musik bertulis kata yang diambil dari judul lagu dalam Album Xtravaganza (2000), yaitu ‘Kembali’ dalam ukuran yang cukup besar.

Hubert Henry Limahelu (HH5H) adalah satu-satunya perintis Boomerang yang bertahan. Ketika teman-temannya pergi meninggalkan band satu per satu, dia adalah orang yang menjaga eksistensi Boomerang hingga akhir hayat: seperti menjaga nyawa sendiri.

Hubert sempat berharap Boomerang reuni. Pada 2021 lalu, sebuah kanal Youtube yang memakai namanya intens mengepos sejumlah video saat Hubert tengah bernyanyi di dalam sesi studio bersama beberapa musisi Surabaya.

Salah satu video menampilkan Hubert tengah menyanyikan lagu berjudul Kembali. Satu tembang hit Boomerang dari album Xtravaganza (2000).

Lagu tersebut dikenang dengan video klipnya yang mengusung konsep syuting berkeliling sepanjang jalan di atas mobil VW Safari alias Volkswagen Tipe 181.

Sebagai band, Boomerang memantapkan cengkeramannya di belantika musik rock Indonesia melalui Xtravaganza. Setengah dari daftar lagu dari album tersebut bahkan dikemas dalam bentuk video klip.

Boomerang telah melanglang di bentala musik Indonesia sejak 1994. Skuad dengan formasi Hubert, Ivan, Roy, dan Farid, ini melahirkan sederet album.

Boomerang (1994), K.O. (1995), Disharmoni (1996), Hits Maker (1997), Segitiga (1998), Hard ‘n Heavy (1999), dan Best Ballads (1999).

Xtravaganza ternyata jadi album perpisahan dengan Logiss Record. Hubert cum suis waktu itu mengangkut Boomerang ke Sony Music Indonesia.

Sebagai catatan, memasuki awal tahun yang menandai berakhirnya milenial kedua, band ini sebenarnya masih bisa mencecap sisa-sisa masa keemasan. Namun, sejak Xtravaganza, eksistensi Boomerang dalam konstelasi permusikan Indonesia —dapat dikatakan— kala itu mulai mengalami awawarna.

Di satu sisi, Hubert cs merasa bahwa Log Zhelebour, pemilik Logiss Record juga promotor Boomerang terkesan lebih melirik Jamrud. Tahun 2000 memang menandai kebangkitan grup rock asal Cimahi tersebut — Jamrud.

Namun, Log Zhelebour ragu bahwa Sony Music Indonesia mampu mengurus Boomerang. Seolah telah dinubuatkan: album Terapi Visi (2003) dan Urbanoustic (2004) di bawah Sony Music Indonesia tidak sepopuler album-album yang ditetaskan Boomerang di Logiss Record.

Hingga beberapa bulan setelah Urbanoustic rilis, Boomerang malah diterpa isu keretakan. Urbanoustic menandai hengkangnya Ivan dari band yang ia rintis sejak 1994 tersebut.

Banyak yang terhenyak dengan keputusan sang gitaris. Bagaimanapun, Ivan termasuk pilar band, orang yang selama ini telah memberi warna dan rasa terhadap musikalitas Boomerang sebagai grup musik papan atas.

Ia kelak dikabarkan terlibat proyek bersama Bondan Prakoso, eks bassis Funky Kopral yang pada tahun itu juga membentuk band bernama Bondan Prakoso & Fade 2 Black. Namun, proyek ini tidak tertera di dalam diskografi Ivan maupun Bondan Prakoso.

Get Rocka Morta’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Pada masa-masa kekosongan, Boomerang mencoba merekrut personel pengganti dengan cara menarik eks gitaris Powerslave, Andry Franzy ke dalam kelompok. Formasi baru ini menelurkan album dengan warna yang cukup berbeda: Suara Jalanan (2009) dengan salah nomor berjudul Seumur Hidupku.

Satu tahun setelah Suara Jalanan dirilis, giliran sang vokalis, Roy, yang cabut. Ini merupakan tanda-tanda yang kurang baik bagi band, karena band mulai kehilangan figur utama di garis depan.

Andry Franzy mengikuti langkah Roy, dan beberapa tahun kemudian bergabung ke dalam barisan Mahadewa besutan Ahmad Dhani. Aktivitas Boomerang pun jadi lowong beberapa tahun hingga posisi gitaris diisi oleh Tommy Maranua.

Hubert pun memutuskan untuk maju ke depan stan mikrofon, mengambil tanggung jawab sebagai vokalis sekaligus bassis. Dalam periode ini, lahirlah sebuah album ‘anomali’ dalam diskografi Boomerang: Reboisasi (2012).

Album ini memanggul konsep yang agak berbeda, yang merupakan susunan 8 lagu dan sebenarnya adalah satu kesatuan dari sebuah lagu berdurasi 22 menit. Salah satu lagu dalam album ini berjudul Dalam Hening.

Dalam Hening merupakan manifestasi lirik yang terdengar masygul sekaligus ‘gelap’ yang pernah dibawa ke dalam album ini. Lagu ini juga menandai legasi Hubert, selain juga letupan perasaan — sebagai orang yang ditinggalkan dan bertahan.

Pada akhirnya, Hubert benar-benar sendirian sebagai satu-satunya perintis yang tersisa sejak Farid yang merupakan penggebuk drum juga memutuskan keluar dari band pada akhir 2020. Hubert sendiri sempat dipenjara pada 2019 karena kasus mariyuana, mengulang kesalahan yang pernah dilakukannya pada 2003.

Boomerang sebenarnya sempat memberi tanda-tanda denyut kehidupan baru melalui vokalis anyar bersuara berat Andi Babas. Album berjudul Harmonis Tidak Seragam yang terbit pada 2014 membawa band ini ke arena yang sama sekali berbeda.

Konsep ‘segar’ yang mereka tawarkan dari album ini seakan menghancurkan mantel lama Boomerang. Sayangnya, Harmonis Tidak Seragam adalah album terakhir yang dapat diupayakan oleh Hubert sebelum Farid juga ikut hengkang dari band.

Setelah bebas dari penjara, pada 2021 Hubert, sebagai perintis yang sendirian memotori Boomerang, sempat mengutarakan niatnya untuk reuni. Sebuah channel Youtube yang namanya mengunggah video saat dia menyanyikan sejumlah lagu Boomerang dalam sesi studio.

Suara Hubert terdengar sedikit parau dan kepayahan-pada sudut tertentu, guratan di wajahnya menunjukkan kesan lelah. Pada dinding yang menjadi latar studio tempat Hubert dan personel lainnya bermain musik tertulis kata yang diambil dari judul lagu dalam Album Xtravaganza (2000), yaitu ‘Kembali’, dalam ukuran cukup besar.

Video tersebut sebenarnya diambil pada Februari 2021, tetapi baru diunggah pada 25 April 2021, tepatnya satu hari setelah sang bassis dinyatakan meninggal dunia karena pembuluh darah pecah pada bagian otaknya. Satu-satunya yang ‘Kembali’ kali ini ternyata hanya Hubert, meninggalkan Boomerang dalam fana.

Sakit yang kurasakan walaupun tak kau rasakan/Pedih yang menghinggapi kau pun terasa tak peduli, tak peduli/Pergi, kau pun pergi, dan kau pun pergi (lirik lagu Dalam Hening, Boomerang yang dinyanyikan oleh Hubert).

Tulisan ini sengaja tidak menyinggung keberadaan Boomerang Reload yang diisi oleh beberapa personel lama Boomerang seperti Ivan, Farid Martin, termasuk Andi Babas yang kini jadi pembetot bass serta Irang Arkad sebagai pelantang lirik. Bagi penulis, Boomerang telah “mati” dibawa oleh Hubert. Menuju valhalla para Boomers.

Press enter or click to view image in full size

✍ ️ — Diedit dan Diterbitkan oleh Tim PBN, di Publikasi ꈤꀎꌗꍏꈤ꓄ꍏꋪꍏ❤️ꌃꍏꈤꁅꍟ꓄. Klik di sini untuk pengajuan menjadi penulis (Publikasi Nusantara Banget).

Press enter or click to view image in full size

--

--

Nusantara Banget
Nusantara Banget

Published in Nusantara Banget

Unlock your creativity and let your voice be heard in our Medium publication, a dynamic platform for writers to share their most inspiring, high-quality work. Whether you're exploring new ideas or perfecting your craft, join a community where every story leaves a powerful impact.