Sitemap
ijat ∘⁠˚⁠˳⁠°✧

ijat ∘⁠˚⁠˳⁠°✧

an introvert girl who doesn't love crowded and trying to write her thoughts, feelings and experiences

Semoga semugi semigu

2 min read2 days ago
Press enter or click to view image in full size
us after metopen test at 3rd semester

Mengawali bulan november, aku memiliki dua teman yang dilahirkan secara bergiliran oleh kedua orang tuanya. Keduanya menjadi berkat pertama dalam kehidupan keluarga mereka. Bagaimana tidak? Boleh jadi, kehadiran keduanya adalah jawaban dari penantian orang tua mereka. Dijaga sedemikian rupa dalam kandungannya, dirawat baik selama kecilnya, dan diberi teman baru dalam bentuk adik-adiknya.

Kami kenal akrab selama tiga tahun, meskipun salah satunya udah berteman selama 10 tahun. Entah bagaimana ceritanya kita bisa mulai dekat satu sama lain, yang jelas senang rasanya. 3 tahun berjalan tidak semua berisi sesuatu yang menyenangkan, banyak kesalahpahaman yang mungkin sukar tersampaikan. Bahkan beberapa baru aku sadari jika apa yang kita keluhkan satu sama lain merupakan bentuk kekhawatiran kita.

Get ijat ∘⁠˚⁠˳⁠°✧’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Aku bukan orang yang bisa emotionally connected dengan orang lain. Bahkan dengan kedua temanku lainnya yang hampir baik-buruknya aku mereka tau jelas. Tapi rasanya aneh jika menganggap pertemanan ini sebatas college’s mate, sebab apa yang kita lewati sangat berarti dalam stage kehidupanku. Alay bgt. Tapi serius deh, their presence means a lot for me. Eventho mulut mereka lantam seperti tidak pernah diajarkan tata krama dengan benar, meski tampang tak seberapa keren juga relatif tapi masalah funny, eh.

Kami lahir dengan latar belakang yang berbeda, dengan kehidupan yang berbeda, dan tanggung jawab yang berbeda. Sebagai manusia biasa, kita tak akan bisa sepenuhnya memahami kehidupan orang lain, selama apapun kita bersama satu sama lain. Seperti aku yang cukup sulit memahami bagaimana beban yang mereka pikul sebagai seorang kakak sulung, sebab aku dilahirkan sebagai gadis bungsu dalam keluarga. Aku melihat mereka sebagai orang hebat dan keren, tapi boleh jadi itu menjadi tuntutan tak terlihat bagi mereka untuk menjadi ‘hebat’ dan ‘keren’ seperti idealnya seorang kakak yang entah dimata siapa. Padahal mereka juga baru pertama kali lahir di dunia ini, kenapa harus memikul hal begitu? Ah.

Ah, aku tau tulisan ini tidak jelas alurnya, tidak jelas pesannya, ya aku hanya ingin bercerita. Meski tidak sepenuhnya. Bisakah ini menjadi cerita bersambung saja? Aku ingin menceritakan teman-teman ku dalam bentuk cerita pendek bagaimana perasaanku saat itu.

Yang jelas, di negara yang carut marut ini, semoga kalian bisa melewati dengan hati-hati. Kelak, semoga kita kembali dipertemukan di Edinburgh.

(Nanti deh ku lanjut kalo mood)

--

--

ijat ∘⁠˚⁠˳⁠°✧
ijat ∘⁠˚⁠˳⁠°✧

Written by ijat ∘⁠˚⁠˳⁠°✧

an introvert girl who doesn't love crowded and trying to write her thoughts, feelings and experiences