The Things People Don’t See
Kita sering sekali menilai seseorang dari apa yang terlihat.
Seseorang terlihat malas, lalu kita berpikir dia tidak mau berusaha.
Someone seems too sensitive, and we think they’re simply overreacting.
Seseorang menangis karena hal yang menurut kita kecil, lalu kita bertanya, “kenapa sampai segitunya?”
Padahal mungkin, yang kita lihat hanyalah the last drop, bukan seluruh gelas yang sudah lama penuh.
Ada seseorang yang terlihat sulit mengambil keputusan.
Kita mungkin mengira dia tidak tahu apa yang dia mau.
Padahal mungkin dia tahu.
She just needs more time to be brave enough to choose it.
Karena di balik satu keputusan, mungkin ada banyak hal yang sedang dia pikirkan.
Tentang keluarga.
Tentang masa depan.
Tentang kemungkinan mengecewakan seseorang.
Tentang bagaimana kalau pilihannya ternyata salah.
Jadi ketika seseorang terlihat ragu, mungkin bukan karena dia tidak punya keinginan.
Maybe she’s simply carrying too many consequences in her head.
Ada seseorang yang tiba-tiba resign dari pekerjaannya.
Yang terlihat hanya.
“Dia berhenti.”
Yang tidak terlihat mungkin adalah malam-malam ketika dia pulang dengan tubuh yang lelah, pikiran yang penuh, dan bertanya kepada dirinya sendiri apakah dia masih sanggup melanjutkan.
Sometimes, leaving is not giving up.
Sometimes, it’s finally admitting that something is no longer good for you.
Ada juga seseorang yang terus mencoba mencari pekerjaan, tetapi belum juga mendapatkan tempat yang sesuai.
From the outside, it may look like nothing is happening.
Padahal mungkin setiap hari dia mengirim lamaran, menunggu balasan, menghadapi penolakan, lalu mencoba lagi sambil meyakinkan dirinya sendiri untuk tidak menyerah.
Kita hanya melihat seseorang yang belum berhasil.
We don’t see how many times they had to start over.
Ada seseorang yang terlihat baik-baik saja.
Dia masih tertawa.
Masih bercanda.
Masih pergi bersama teman-temannya.
Masih bisa menikmati hal-hal kecil.
And maybe that’s true.
Maybe they’re genuinely happy in those moments.
Tapi bahagia dan sedang membawa sesuatu yang berat bisa terjadi bersamaan.
Get macaaa’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Seseorang tidak harus terlihat sedih setiap saat untuk membuktikan bahwa hidupnya sedang sulit.
People can carry heavy things and still have beautiful days.
Mungkin ada seseorang yang terlihat terlalu sensitif.
Terlalu banyak berpikir.
Terlalu takut.
Terlalu mudah menangis.
But you don’t know what their mind has been fighting before you met them.
Mungkin ada hal-hal yang tidak pernah mereka ceritakan.
Bukan karena mereka ingin berbohong.
Bukan karena mereka mencari perhatian.
Maybe some stories are simply too personal to be explained to everyone.
Dan seseorang tidak harus menceritakan seluruh lukanya hanya agar perasaannya dianggap valid.
Kita sering melihat keputusan seseorang, tetapi tidak melihat perjalanan menuju keputusan itu.
We see the reaction, but not the reason.
We see the silence, but not the thoughts behind it.
We see the tears, but not everything that happened before them.
Kita melihat seseorang berhenti, tetapi tidak tahu berapa lama dia sudah berusaha untuk terus berjalan.
Dan mungkin, kita juga pernah menjadi orang yang tidak terlihat.
Pernah tersenyum ketika sebenarnya sedang bingung.
Pernah berkata “aku gapapa” karena tidak tahu harus menjelaskan apa.
Pernah memilih diam karena terlalu lelah untuk membuat orang lain mengerti.
Pernah terlihat kuat hanya karena tidak punya pilihan lain.
So maybe, before we decide who someone is, we can pause for a moment.
Tidak untuk membenarkan semua hal yang dilakukan seseorang.
Tidak juga berarti kita harus menerima semua perilaku yang menyakiti kita.
But maybe we can leave a little room for a story we don’t know.
Karena kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang sedang dibawa seseorang ketika mereka bertemu dengan kita.
Mungkin dia sedang lelah.
Mungkin dia sedang belajar.
Mungkin dia sedang mencoba untuk berani.
Mungkin dia sedang memulai semuanya lagi.
Or maybe, just like us, they’re simply trying to get through the day.
We know what people show us.
We don’t always know what they had to survive to become who they are.
Jadi mungkin, sedikit lebih lembut tidak akan merugikan siapa pun.
Karena kita tidak pernah tahu.
The things people don’t see might be the very things that explain everything.








