Parwati adalah Mahagauri
Aku melihat bayangan Gauri di atas kepalanya
Baju dan sari yang dikenakan berwarna gading
Sinar jingga merasuki tubuh sang dewi, mengundang kegelisahan yang tidak bisa diatur sendiri
Tapi lambat laun tubuhnya tidak lagi gemetar
Matanya terpejam, menunjukkan kelopak mata yang kerlap-kerlip
Saat terbuka, langsung ia mencari Ashutosh dengan matanya dan menangis,
dan tersenyum pula
“Gauriku,” kata Ashutosh. Ia tahu istrinya sudah tahu
Mereka bergerak untuk saling berhadapan
Ashutosh menghapus air matanya, menangkup pipinya
Get Kurnia Widya’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
“Kau Gauriku. Mahagauri, Gaurinya Mahadewa. Menyucikan cakra. Menerima Mahadewa sebagai suaminya,” kata Ashutosh
“Mahadewa,” kata perempuan yang disebut Gauri itu
“Kau dewa dari segala dewa,”
“Aku hanyalah Siwa,” sambung Ashutosh. “Tidak lengkap seorang Mahadewa tanpa Parwati.”
Mereka saling menangkup wajah masing-masing
Tampak nyata kebahagiaan dewa-dewinya alam
Matsyaparwati tahu bahwa ia adalah Parwati
Ia juga tahu bahwa ia adalah Shailputeri, Brahmacarini, Chandraganta, Kushmanda, Mahagauri
Parwati lengkap sudah jati dirinya, ia temukan lagi Siwa
yang berpura-pura jadi Ashutosh, si pendongeng andal
Siwa lengkap hidupnya, ia sadarkan lagi Parwati
dan jadilah ia Mahadewa
dengan trisula di tangannya









