— november
november datang lagi, bulan yang aku tahu hanya kamu pemilik satu-satunya.
kita adalah diksi yang berkarat sejak enam atau bahkan tujuh tahun lamanya.
tapi, di sela bunga tidurku, kamu menyapa seakan semua keraguan telah lunas dibayar, kelapangan hatiku dan hatimu.
selama bertahun-tahun, tapi tahun ini yang paling gila.
bagaimana kita bisa berada di tempat yang sama? kota yang sama, jauh dari kota-kota sebelumnya.
mencari namamu seperti ritual setiap bulan yang aku pun tak tahu mengapa.
patah hatiku ternyata kamu tampak bahagia, tak terganggu dan bertanya-tanya.
Get linguisric’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
akulah yang bingung, karena apa yang aku bingungkan sebenarnya?
aku pun tak mau kamu, kamu tentunya tak mau aku. kaulah yang memutus aksesku ke kehidupanmu, kan?
lalu apa yang aku inginkan? Apakah cukup kita melupakan, seperti kita tak pernah saling membutuhkan?
semua terlihat samar ketika tiba-tiba semua berubah: kau padaku.
menalikan tali sepatuku lalu menyandung aku
menemaniku di jalan pulang lalu meninggalkanku.
memberikan aku hadiah dari Bali lalu menghancurkannya.
mengajari aku kimia lalu membakar buku kita bersama.
menghilangkan aku seolah kita tak pernah ada.
dalam semalam.
sebenarnya kita kenapa? ada apa?
bisakah kita bertemu?
— aku






