Member-only story
Saya Sedang Tidak Ingin Menulis
Sungguh?
Jika sobat bisa membaca lengkap tanpa mengakses tautan ini — saya ucapkan terimakasih telah mendukung ‘penulisan yang baik' secara materiil.
Saya baru saja menulis surat pada seorang sahabat, dengan judul yang sama; “Saya Sedang Tidak Ingin Menulis”
Surat itu singkat, saya tulis dalam waktu yang cepat, namun menyisakan tanya; “Kapankah surat itu sampai dan terbaca?”
Saya menulis surat, dan dari situlah, saya berharap dia membacanya. Tanpa surat tersebut, tentu tak ada ‘pesan' yang harus ia baca.
Hal ini memantik satu pertanyaan di benak saya;
“Mana yang lebih penting; mengajak orang untuk menulis atau mengajak membaca?”
Berpuluh tahun, jika ada orang bertanya; “Apa hobimu?”
Akan saya jawab dengan pasti;
Hobi saya membaca.
Walau saya pernah punya hobi yang lain seperti filateli, hiking, keplak ilat (wisata kuliner) dan ngaji (ehem).
Lalu, dua tahun yang lalu, saya berkenalan dengan Medium. Sejak saat itu aktivitas menulis, hampir menjadi sebuah keseharian. Saya menyukainya, dan untuk mendukung hobi menulis tersebut, saya lebih banyak membaca. Satu hobi yang melampaui…





