Sitemap
Berbagi & Berdampak

Berbagi dan Berdampak: Berbagi Ruang untuk Bertumbuh Bersama Tautan mendaftar sebagai penulis. https://bit.ly/4wFzVsV

Member-only story

Tidak Apa-Apa Tidak Nasionalis

2 min readOct 3, 2026

--

Press enter or click to view image in full size
Foto oleh Bruno BD di Unsplash

Mungkin kita terlalu jauh ketika mengatakan bahwa kita mencintai sebuah negeri.

Sebab, sebenarnya apa yang kita cintai?

Sebuah geografis? Sebuah batas wilayah? Sebuah bendera? Sebuah nama yang disebut negara?

Mungkin yang kita cintai jauh lebih sederhana. Tanah tempat kita lahir. Jalan yang kita kenal. Rumah tempat kita berlindung. Orang-orang yang hidup bersama kita. Tempat berukuran tiga kali enam meter yang menjadi dunia kecil kita.

Lalu cinta yang sederhana itu diperbesar. Rumah menjadi kampung. Kampung menjadi daerah. Daerah menjadi tanah air. Tanah air menjadi bangsa. Bangsa diberi nama negara. Kemudian semuanya diberi satu kata: nasionalisme.

Masalahnya, ketika sesuatu yang abstrak sudah diberi nama besar, orang mulai merasa berhak menentukan bagaimana orang lain harus mencintainya.

Ketika kita mengatakan tempat tinggal kita sudah terlalu bising, terlalu padat, terlalu mahal, terlalu tidak nyaman, dan orang-orang yang mengurusnya tidak bekerja dengan baik, tiba-tiba kita dituduh tidak mencintai negeri.

Padahal mungkin kita hanya sedang mengeluhkan perubahan rumah kita sendiri.

--

--

Xingrahmat
Xingrahmat

Written by Xingrahmat

Bukan penulis, hanya seorang penggali gagasan yang tak takut bermain dengan kata-kata.

Berbagi & Berdampak
Berbagi & Berdampak

Published in Berbagi & Berdampak

Berbagi dan Berdampak: Berbagi Ruang untuk Bertumbuh Bersama Tautan mendaftar sebagai penulis. https://bit.ly/4wFzVsV