Member-only story
Ucapan Terimakasih Pada Kawan Penulis
Sejak akhir bulan Desember saya jarang menulis. Tulisan akhir tahun saya adalah tentang mendengar pendapat orang lain.
Rencana ikut menulis tentang ibu pun saya tidak berpartisipasi dalam undangan menulis ungkapan untuk ibu pada perayaan hari ibu Desember lalu.
Alasan tidak menulis itu bukan karena tidak ingin menulis, atau bosan dengan hobi ini. Akan tetapi, kondisi yang lemas dan pusing. Otak saya tidak bisa dipaksakan berpikir. Jadi saya beri jeda beberapa minggu untuk memulihkan jiwa dan raga saya agar sehat kembali. Agar bisa menuangkan semua gagasan dan ide di platform yang ramah dengan bacaan sehat dan pembaca yang setia menunggu bacaan kontributor lainnya.
Eits, tapi tidak menulis di Medium bukan berarti saya tidak menulis sama sekali. Saya tetap menulis walaupun hanya sedikit di atas kertas dan juga buku jurnal dan dayri saya. (Ah, umur tiga puluh masih saja menulis dayri). 🤭
Ucapan terimakasih pada kawan penulis
Pada tulisan ke dua di bulan Januari ini. Saya hanya ingin mengucapkan terimakasih pada kawan penulis yang saya anggap seperti “alarm” menulis saya. Yang selalu berbunyi untuk mengingatkan saya untuk kembali menulis.
Tulisan ini pun saya buat setelah membaca postingannya yang menyebutkan nama saya di sana.







