InLentera LiterasibyIvan Lanin·11h agoPolitik yang Saya Sebut Bahasa#1411: Empat Jalan Memahami Ilmu KekuasaanA response icon1A response icon1
InBooknotationsbyLuthfiyyah Damayani·1d agoDunia Hanya Panggung Sandiwara Bernama Permainan StatusBuku The Status Game karya Will Store
InLentera LiterasibySekedar___tulisan·1d agoEtalase atau Rumah: Tentang Menjadi Diri Sendiri di Hadapan Seseorang yang Ingin KugapaiSeorang remaja rasional yang bingung akan badai yang di hadapi sendiri
InBooknotationsbyBagus Aji·3d agoMencerahkan Jalan, Mengurai KabutFilosofi Teras: Mengikis Kabut Kesombongan
InBooknotationsbyAmri Faizal M.·4d agoMultiidentitas: Rekonstruksi Konsep Diri yang AdaptifJadi, Aku Ini Aslinya Berapa “Orang”?A response icon1A response icon1
InBooknotationsbyRinggo·4d agoWaldenDan ruang-ruang kecil kita untuk berani dan leluasa mengambil jedaA response icon1A response icon1
InLentera LiterasibyHabil Lokadjaja·Oct 26Tata Kelola yang Baik Dimulai dari KeteladananDari integritas pejabat publik hingga tanggung jawab perusahaan terbuka.
InBooknotationsbyLuthfiyyah Damayani·Oct 26Di Balik Merek Top Dunia, Ada Pekerja Indonesia yang Dibayar Rendah?Buku No Logo karya Naomi KleinA response icon1A response icon1
InBooknotationsbyMahendra Utama Cahya R.·Oct 26Akar dan Ombak — Gladhys Elliona“Bagaimana kita bisa terus bersuara tentang kelindan krisis iklim, ketimpangan ekonomi dan ketidakadilan rasial?” — halaman 109A response icon1A response icon1