._
Sejatinya ikhlas yang membuat lepas masih menerima pengharapan. Titik yang menghubungkan bungkam dengan garis yang menyatukan diam adalah titik temu dari rasa bersalah.
Get storywinda’s stories in your inbox
Join Medium for free to get updates from this writer.
Pada kehidupan selanjutnya yang tak pernah diketahui, takdir membawa sejauh ini tidak akan sia-sia namun bukan saat-nya pasti. Tidak ada yang bergerak dalam lingkaran ketidakberdayaan meski takdir yang membawanya namun tidak dijalankan.
Perjalananku yang jauh, tempat singgahku yang tenang – tidak bisa berakhir pada titik temu antara garis dan titik. Tidak ada keputusasaan namun tidak berperasaan. Gilanya logika menempatkanku pada titik kuasa, sejalan garis yang ku lihat masih terikat dalam perjalanan hidup.
Seringkali manusia menyadari makna sesungguhnya setelah kepergian, akibat dari ambisi, ego dan kepuasan. Ketika hidup sesungguhnya adalah proses belajar dari kehilangan sesungguhnya. Hidup tak sekedar berjalan namun menghargai setiap momen yang hadir demi masa depan yang tak pasti, namun bukan akhir dari segalanya.







