Sitemap
storywinda

storywinda

i love coffee

STRANGER

2 min readOct 23, 2026
Press enter or click to view image in full size

Saat menunggu takdir mengubah kita menjadi asing kembali, mari ingat mimpi-mimpi yang belum sempat kita rayakan. Jika ada kali pertama, mari ulangi dansa kita yang gagal dan buat suasana hanya milik berdua. Jika ada kali kedua, mari rayakan setiap momen istimewa dengan lebih dewasa — merawat setiap sudut yang pernah rusak oleh ego. Dan jika ada kali ketiga, mari surutkan amarah, belajar saling bicara, dan rasakan kelegaan saat kita tak perlu lagi bersandiwara.

Get storywinda’s stories in your inbox

Join Medium for free to get updates from this writer.

Namun, saat perputaran waktu — kita kembali menjadi dua orang asing untuk kesekian kalinya, seolah-olah tak pernah saling mengenal. Jika harus dimulai dari awal, mari bertukar nama dan saling menyapa. Entah bagaimana masa depan melukis kita — apakah takdir akan membawa kabar bahagia, atau kembali memberi kisah yang mengecewakan.

Mari membuka mata dengan cara yang baru. Meski telah kehilangan segalanya, kita bisa mengukir kenangan satu per satu, lalu menempatkannya di ruang yang lebih bijak — bukan di tempat lama yang pernah menghancurkannya.

Jika takdir sekali lagi meminta jawaban, ceritakan padanya tentang masa lalu: hal apa saja yang harus kita benahi, bukan sekadar menarik paksa perasaan yang sedang bimbang.

Dan jika akhirnya di tuntut membuat sebuah pilihan, aku akan memilih perasaan yang paling jujur, menempatkan namamu paling indah pada ukiran kata.

Tanpa perlu mendikte takdir, biarkan benang merah membawa kita ke mana pun seharusnya kita bermuara. Biar seasing apa pun perasaan kita saat ini, untuk kesekian kalinya — biarkan aku yang berpegang teguh pada pendirian.

--

--